Kamis, 23 April 2026

Anda Menikmati Keindahan Batam dari Masjid Jabal Arafah Tower

Tower itu diberi nama Masjid Jabal Arafah (MJA) Tower. Tingginya 38 meter.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Dewi Haryati

BATAM, TRIBUN - Satu lagi tempat wisata religius hadir di Kota Batam. Sebuah tower menjulang tinggi di bangunan Masjid Jabal Arafah, Nagoya, Batam, Kepulauan Riau. Tower itu diberi nama Masjid Jabal Arafah (MJA) Tower.

Dari ketinggian 38 meter dari lantai masjid atau 58 meter dari jalan aspal, masyarakat dapat menikmati pemandangan Batam nan luas dari atas tower bertingkat 7 ini.

Bahkan jika cuaca normal, gedung-gedung pencakar dari negeri seberang, Singapura, dapat Anda saksikan cukup dengan berdiri di tower ini.

Bosan memandang bangunan dan kapal tanker yang lalu lalang di perairan Batam? Anda cukup duduk santai di lantai 6 tower. Sebuah restoran bergaya kafe sengaja dihadirkan di sana. Tak hanya itu 3 buah teropong binokular juga tersedia.

"Masjid ini sebenarnya mimpi ayahanda saya, Bapak Aburuddin Hamzah, dan Umi Nurcaya. Alhamdulillah terwujud. Mudah-mudahan bermanfaat, dan bisa menjadi kebanggaan masyarakat Kepri khususnya Batam," ucap Ketua Dewan Pembina Yayasan Jabal Arafah, Asman Abnur, saat peresmian MJA Tower, Rabu (19/3/2014).

Peresmian MJA Tower ini, lanjutnya, membutuhkan waktu setahun setelah peresmian bangunan masjid Jabal Arafah oleh Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo 2013 lalu.

Pria yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini berharap, ke depannya tower tersebut dapat menjadi ikon Kota Batam.

"Insya Allah jadi ikon Nagoya, dan bisa jadi ikon Kota Batam. Kapasitasnya 40 sampai 60 orang. Dari atas bisa lihat seluruh Nagoya, kalau cuaca bagus bisa lihat Singapura. Jadi nggak usah jauh-jauh ke Singapura, cukup datang ke sini saja. Apalagi sekarang dolar lagi mahal," katanya berseloroh.

Asman mengatakan, dari sejak awal ia memiliki obsesi khusus dalam pembangunan Masjid Jabal Arafah. Tak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat muslim, ia juga menginginkan banyak tempat hiburan di sana. Tujuannya tidak lain untuk memakmurkan masjid.

"Masjid ini Insya Allah jadi multifungsi dan multiguna. Banyak aktivitas berbau agama. Saya berharap banyak kunjungan, menjadi pusat destinasi. Insya Allah tower ini jadi daya tariknya," harap Asman.

Sejak diresmikan pembangunannya 2013 lalu, kata dia, sedikitnya 1.000 orang selalu mendatangi masjid ini setiap harinya. Kedepan, Asmanpun sedang bersiap dengan rencana barunya. Ia ingin membangun masjid raya bergaya internasional di Tanjunguma, Batam.

"Saya sedang melaunching cita-cita berikutnya. Membangun sebuah masjid di Tanjunguma. Luasnya 10 hektar. Saya ingin kapal-kapal dari Selat Malaka, Selat Singapura, ketika menoleh ke kiri melihat sebuah bangunan. Itulah masjid raya Tanjunguma," kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kepri, Said Jaffar mewakili Gubernur Kepri, HM Sani, dalam sambutannya mengatakan, sangat bangga dengan kehadiran Masjid Jabal Arafah tersebut.

Ia berharap pembangunan masjid ini dapat menjadi amal jariyah bagi Asman Abnur, dan orangtuanya Aburuddin Hamzah dan Nurcaya.

"Salam hormat, dan bangga sekali dengan masjid ini. Asal ke Nagoya, saya selalu salat di sini. Mudah-mudahan jadi amal jariyah," kata Said.

Dalam peresmian MJA tower itu, Asman mengundang tamu-tamu penting. Seperti Ketua MUI Surabaya, KH Muhid Multodom, beserta rombongan takmir Masjid Al-Akbar, Surabaya, Ketua MUI Kota Batam, Usman Ahmad.

Kegiatan didahului dengan khataman Alquran dari Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Provinsi Kepri dan Kota Batam.

Pada peresmian MJA tower ini, Asman juga menggratiskan pengunjung yang naik hingga pukul 00.00 WIB. Mulai Kamis (20/3/2014) ini setiap pengunjung yang naik dikenakan infak Rp5 ribu untuk dewasa dan Rp3 ribu untuk anak-anak. Buka setiap hari sejak pukul 8 pagi hingga 12 malam.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved