Pembakaran Gudang Kopi Nagoya Batam
Akibat Bacokan Parah, Dua Tangan Korban Ayi Alami Kelumpuhan
Juru bicara keluarga, Asmin Patros, mengatakan luka di bagian leher belakang Ayi itu menyebabkan beberapa syaraf-syaraf terputus
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Dilarikannya Mok Hui Kun (60) alias Ayi, korban pembunuhan dan pembakaran gudang kopi Kapal Tanker di Komplek Bumi Indah Nagoya, Batam, ke Hospital Mount Elizabeth Singapura karena kondisi wanita tersebut cukup parah dan nyaris lumpuh.
Juru bicara keluarga, Asmin Patros, mengatakan luka di bagian leher belakang wanita yang akrab di sapa Ayi itu menyebabkan beberapa syaraf-syaraf terputus
"Ada syaraf yang putus jadi tangannya lumpuh. Kalau nggak dioperasi, bukan lagi tangan yang lumpuh, semua bisa lumpuh. Jam tiga dini hari tadilah (Jumat dini hari) kami larikan," ujar Asmin di ruang kerjanya, Jumat (4/4).
Menurut Asmin, operasi yang dijalani Mok Hui Kun berjalan sampai berjam-jam, karena kondisi luka yang parah.
"Mau operasi sampai 6 jam lebih lah. Ini katanya masih operasi," ucapnya.
Atas peristiwa kriminal yang kerap menimpa warga etnis Tionghoa belakangan hari ini, Asmin yang juga anggota Komisi II DPRD kota Batam mengimbau agar sesama masyarakat kota Batam bisa lebih peduli lagi kepada sesamanya. Tetangga pun diharapkannya bisa saling memperhatikan.
"Dengan dua kejadian ini, saya imbau kepada masyarakat supaya peduli kepada sesamanya lah. Tetangga juga bisa saling care. Antara sesama pekerja, yah hubungan kerjakan kita nggak tahu, tapi dijagalah. Hindari dendam. Kasarnya, kalau memulai dengan baik-baik, selesainya juga baik-baik," tutur Asmin.
Namun demikian Asmin yakin dua peristiwa belakangan hari ini sebenarnya dapat menimpa siapa saja. Sehingga ia meragukan jika musibah tersebut dilatarbelakangi masalah etnis.
"Saya mohon maaf, musibah bisa terjadi sama siapa saja. Hanya saja ini korbannya kebetulan pedagang yang etnisnya Tionghoa. Saya berkeyakinan itu bukan karena faktor kesukuan," katanya.