Kamis, 9 April 2026

Riki Syolihin Tidak Minat Lagi Menjadi Anggota Dewan

Keputusan Riky Syolihin untuk tidak duduk lagi di kursi dewan sudah digagas sejak tahun 2012 lalu.

Laporan Wartawan Tribun Batam, Elhadif Putra

BATAM, TRIBUN - Keputusan Riki Syolihin untuk tidak duduk lagi di kursi dewan sudah digagas sejak tahun 2012 lalu.

Tidak ikut sertanya dalam persaingan perebutan kursi DPRD Kota Batam tahun ini karena kewenangan dalam kebijakan merealisasikan tujuan saat menjadi anggota dewan kota tidak efektif

"Saya meninggalkan kursi legeslatif ini karena selama ini masyarakat melihat kedudukan sebagai anggota dewan ialah nyaman dan bergaji besar, namun tanggung jawab tugasnya menumpuk.”

“Sebagai anggota dewan hanya bisa menyuarakan kebijakan saja, tidak lebih, dan itupun membutuhkan perjuangan besar untuk mengegolkan. Serta tidak bisa memutuskan kebijakan,” Riki Syolihin, Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Senin (19/5/2014).

Menurutnya, hal tersebut merupakan suatu alasan untuk tidak melanjutkan ke kursi dewan parlemen periode 2014-2019.

Menjadi anggota dewan selama 5 tahun, Riki menganggap kinerja menjadi anggota dewan sangatlah lambat dan tidak dapat mengambil keputusan. Tidak seperti di eksekutif yang mempunyai kewenangan memutuskan sebuah kebijakan.

"Dalam mengusulkan kebijakan menjadi sebuah keputusan merupakan suatu hal yang tidak sebentar, untuk mengumpulkan kawan-kawan serta memusyawarahkan membutuhkan perjuangan yang panjang.”

“Untuk menyatukan anggota agar sepaham itu juga setengah mati susahnya, belum di forum, karena ada beberapa anggota yang kadang mendukung dan membangkang dan belum lagi mengawalnya" ujar Riki lagi.

Ia secara blak-blakan menyatakan sikapnya merencanakan ikut serta sebagai kandidat untuk duduk di lembaga eksekutif. Namun saat ditanya Kepri I atau Batam I, ia belum memberitahukanya.

"Ya nanti saya akan melakukan beberapa progam untuk kesejahteraan masyarakat, setelah kita tau respon masyarakat seperti apa, saya baru melanjutkan keinginan saya untuk ia dan tidaknya ikut serta, namun saya siap jika masyarakat nantinya menginginkan saya," ujar Riki.

Riki pun saat ini telah membuat progam untuk masyarakat Kota Batam secara terbuka. Progam tersebut yakni dengan memberikan satu unit gerobak dengan perlengkapan keperluanya untuk keperluan berjualan. Dan itu diberikan secara gratis.

"Nanti kita akan berikan secara gratis grobag untuk warga berdagang, selanjutnya akan kami kawal dengan sistem manejemen dan keuangan para wirausaha mandiri kepada warga" ujarnya lagi.

Menurutnya, progam itu di lakukan secara tidak terbatas, dan nantinya pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan pelatihan serta pengawalan dalam berdagang.

Karena tidak ada batasan, progam tersebut di beri nama progam 1.000 gerobak. Saat ini pun sudah berjalan sedikitnya ada 22 unit untuk berdagang.

Ia berharap hal itu akan memberikan kreatifitas kewirausahaan masyarakat Kota Batam untuk lebih mandiri.

Progam dilakukan secara terbuka untuk masyarakat umum. Syaratnya yakni dengan syarat kependudukan, dan mempunyai tempat dalam berjualan.

"Syaratnya tinggal bawa surat lampiran kepandudukan yang jelas, dan mempunyai tempat berjualanya," ujar Riki yang merupakan anak dari Haji Aseng pengusaha pelayaran dan shipyard.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved