Perampokan Siswi SMKN 2 Batam
Dsk Ngaku Kerap Diajari Menjabret dan Merampok oleh SD (DPO)
Motif penusukan yang dilakukan remaja Dsk terhadap Dwi Melianingsih (16), siswi SMKN 2 Batam,terbilang unik.
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Motif penusukan yang dilakukan remaja Dsk terhadap Dwi Melianingsih (16), siswi SMKN 2 Batam, Sabtu (24/5) malam lalu di Kampung Nelayan, Tanjung Tritip, Lubuk Baja, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terbilang unik.
Hanya karena ingin balas budi kepada SD, pelaku lain yang berhasil melarikan diri, Dsk tega menusuk Dwi, remaja putri yang baru dikenalnya.
Dsk ingin membalas budi ke SD karena sudah setahun ia menumpang tinggal di rumah SD. Bahkan selama waktu itu, iapun kerap diajarkan dan diajak SD melakukan beberapa aksi kejahatan di Batam.
Dsk pernah ikut-ikutan SD menjambret di Taman Kota dan Tiban. Namun saat itu ia hanya sebagai penonton.
"Saya disuruh membalas budi. Saya diajarkan merampok. Saya pernah ikut dia (SD) jambret di Taman Kota dan Tiban," kata Dsk di Mapolsek Lubuk Baja, Rabu (28/5).
Diduga aksi yang dilakukan Dsk juga sebagai persyaratannya masuk ke geng motor Ganesa (Ganas, Nekad, dan Sadis) yang pernah menewaskan seorang pengendara motor di daerah Jalan Gaja Mada, Tiban, 2013 lalu.