Sabtu, 11 April 2026

Razia Toko Jam Tangan di Batam

Mabes Polri Gerebek Sejumlah Toko Jam Tangan di Batam

Sejumlah toko jam tangan di Kota Batam digeledah tim khusus Mabes Polri yang membidangi Kriminal Ekonomi, Kamis (19/6/2014).

Laporan Wartawan Tribun Batam, Leo Filemon Halawa

BATAM, TRIBUN - Sejumlah toko jam tangan di Kota Batam digeledah tim khusus Mabes Polri yang membidangi Kriminal Ekonomi, Kamis (19/6/2014) sekitar pukul 13.00 WIB.

Penggeledahan dipimpin langsung AKBP Rusharyanto, SH, Kepala Bidang Reserse Kriminal Ekonomi Mabes Polri.

Dari penggeledahan di sejumlah toko di Nagoya Hill, Batam, sedikitnya dua unit jam tangan merk Aigner telah disita dari beberapa toko yang disambangi tim khusus ini.

Penggeledahan tim gabungan, menurut Rusharyanto sudah ditujukan di beberapa titik. Khususnya di daerah mal-mal di Batam. Saat operasi, tim Mabes Polri terbagi menjadi delapan tim.

"Kita delapan tim, jadi kita bagi untuk memudahkan mencari toko jam yang diduga palsu," ujar Rusharyanto.

Penggeledahan di Nagoya Hill, tim penggeledahan dari Mabes Polri mendatangi tiga toko yang diduga menjual jam tangan merk Aigner palsu.

Dari tiga toko tersebut, beberapa buah jam tangan dari dua toko disita pihak kepolisian. Satu di antaranya toko jam tangan Euphoria telah disita dua unit jam tangan merk Aigner yang diduga palsu.

Tribun yang melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen toko, mereka tidak bersedia memberikan keterangan.

Satu di antara karyawan toko Euphoria yang enggan menyebut namanya mengaku jika pihak kepolisian telah menyita dua unit jam tangan dari tokonya.

"Iya mas, tadi sudah diambil dua biji," ujarnya.

Menurut penuturan Harto Halomoan, SH, yang mengaku tim kuasa hukum managemen jam tangan Aigner, kliennya sebagai pelapor dan pemilik usaha jam tangan asli merk Aigner.

Kliennya merasa keberatan dengan pelucuran jam tangan merk Aigner yang diduga palsu dan sudah beredar pasaran di beberapa mal di Kota Batam.

Saat ini, kasusnya sedang ditangani Mabes Polri dan timnya segera mengecek ke lapangan. Tim kuasa hukum pelapor tidak banyak berkomentar.

"Iya, kita serahkan saja dulu sama polisi, nanti biarlah kuasa hukum di Jakarta, saya kan sebagai partner di Batam," ujar Halomoan yang saat itu menemani tim penggeledahan.

Saat penggeledahan berlangsung, terlihat dua orang karyawan toko jam tangan Time House pucat yang saat itu masih melayani pembeli.

Saat itu AKBP Rusharyanto, SH langsung masuk ke dalam toko untuk memastikan jam tangan merk Aigner diselipkan di dalam sebuah lemari.

"Jujur saja mas. Ada tidak, jangan nanti ada baru ngaku. Jujur mas," telisik Rusharyanto kepada karyawan toko.

Namun penggeledahan di Toko Time House polisi tidak mendapatkan barang bukti. Polisi hanya meminta kepada pemilik toko untuk tanda tangan berita acara.

Ditanya kepada Rusharyanto, tentang barang bukti pihaknya mengungkapkan akan menyelidiki selanjutnya.

"Yah, nanti bisa pidana, bisa juga denda. Yang penting wewenang kita memproses dengan cepat laporan si pelapor," tegasnya.

Saat melakukan penggeledahan di lantai satu dan lantai dua mal, tim kepolisian terlihat polisi seolah santai dan tenang.

Alasannya, mereka tidak mengenakan seragam kepolisian. Hanya ID card sudah dikalungkan pihak kepolisian saat menggeledah.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun jam tangan merk Aigner asli mulai dari harga Rp3 juta hingga Rp12 juta. Namun untuk yang palsu hanya dihargai Rp275 ribu hingga Rp450 ribu.

Menurut pengakuan Edi (27) yang saat itu belanja jam di salah satu toko jam di lantai satu Nagoya Hill, ia mengaku pernah membeli jam tangan merk Aigner palsu.

Namun harganya Rp 800 ribu. Ditanya toko di mana dibelinya, Edi enggan menyebutkan.

"He he...iya sih mas. Saya pernah beli tapi kawe (KW/imitasi, istilah warga menyebut palsu, red) pengakuan toko nomor dua kualitas barangnya makanya tergiur. Pernah juga sih cek di internet kalau harga Aigner jutaan," ujar Edi.

Di tempat yang sama, seorang ibu yang enggan menyebut namanya, jika barang elektronik termasuk ponsel banyak juga yang palsu.

Pasalnya sebulan yang lalu, suaminya membeli jam tangan yang palsu dan pihaknya mengaku lupa dengan merk yang dibeli suaminya.

"Banyak KW-an mas. Hp juga KW-an tersebar di pasar, kalau bisa bapak polisi menggeledah semua. Jangan hanya jam tangan saja," ujarnya berharap.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved