Pemilu 2014
Pengedar Tabloid "Sapujagat" Mengaku Seorang Wartawan
Dima mengatakan, yang bersangkutan diduga melakukan pelanggaran pemilu dengan menyebarluaskan bahan kampanye pada hari tenang.
JEMBER, TRIBUN - Imron Rosyadi, pengedar tabloid Sapujagat dan brosur pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, yang ditangkap Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Ambulu, Jember Jawa Timur, mengaku bekerja sebagai seorang wartawan dari tabloid Aktual.
"Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan di Tim Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu), yang bersangkutan memiliki kartu identitas sebagai seorang wartawan tabloid Aktual," kata Ketua Panwaslu Kabupaten Jember Dima Akhyar, Selasa (8/7/2014).
Dima mengatakan, yang bersangkutan diduga melakukan pelanggaran pemilu dengan menyebarluaskan bahan kampanye pada hari tenang.
"Bahan kampanyenya sudah kami amankan, yakni bergambar capres Prabowo. Ada sekitar empat lembar yang kami amankan. Untuk tabloid Sapujagat, sejauh ini kami masih melakukan kajian. Sebab, jika dilihat, isi dari tabloid itu tidak jauh berbeda dengan isi tabloid Obor Rakyat," ujar dia.
Sementara itu, Imron Rosyadi membenarkan dirinya bekerja sebagai wartawan di tabloid Aktual. "Iya saya kerja di situ, saya nyari berita," ujar dia seusai diperiksa Tim Gakkumdu Panwaslu Kabupaten Jember.
Dia mengaku mendapatkan tabloid tersebut dari seseorang yang dia kenal, dan disebar kepada orang-orang yang dikenal.
"Tabloid itu sudah saya sebar di sejumlah tempat, salah satunya kepada warga di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah," akunya.
Imron membantah menerima honor untuk menyebarkan tabloid tersebut kepada warga. "Sumpah saya tidak dibayar. Saya hanya diminta untuk menyebar kepada orang yang saya kenal saja," kilahnya.
Kini, kasus tersebut sedang didalami Panwaslu Kabupaten Jember bersama kepolisian dan kejaksaan.
Sebelumnya, Imron ditangkap Panwaslu Kecamatan Ambulu saat menyerahkan tabloid Sapujagat kepada Kepala Desa Ambulu. Selain tabloid, dia juga menyerahkan brosur bergambar capres Prabowo Subianto.
Tabloid Sapujagat itu sendiri berisi tulisan-tulisan yang menjelek-jelekkan Jokowi. Dari segi isinya, Sapujagat mirip dengan tabloid Obor Rakyat yang dinyatakan bentuk kampanye hitam terhadap capres Jokowi.