Mahasiswi Umrah Menghilang
Keluarga Sempat Mengira Penemuan Bangkai di Plastik adalah Mayat Sri
Segala upaya dilakukan keluarga Sri Rahayu Ningsih, mahasiswi FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang menghilang sekitar sebulan lalu.
Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Segala upaya dilakukan keluarga Sri Rahayu Ningsih, mahasiswi FKIP Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), yang menghilang sekitar sebulan lalu.
Pihak keluarga bahkan pernah menanyakan keberadaan putri mereka pada dukun atau orang pintar.
"Kami pernah pergi ke orang pintar dan dia bilang Sri masih ada di sini. Makanya kami yakin dia masih ada di sekitar pulau Bintan," ungkap Nela.
Kendatipun demikian, Nela mengaku pihak keluarga tetap membuka hati untuk kemungkinan yang paling buruk tentang keadaan Sri.
Nela juga menceritakan, pihak keluarga begitu ingin tahu ketika mendengar informasi seputar penemuan mayat dan bangkai binatang beberapa waktu lalu. Mereka pasti melacak siapa yang ditemukan itu. Karena mereka menduga bisa saja mayat itu adalah Sri.
"Kami juga selalu mencari tahu kalau ada informasi soal penemuan mayat. Misalnya saja, beberapa waktu lalu dikabarkan adanya penemuan mayat di Batu 8 dan sebungkus bangkai di dalam kantung plastik. Kami mendatangi mayat itu dan mencari tahu. Ternyata mayat itu bukan dia dan bangkai dalam kantung plastik itu adalah bangkai binatang. Pokoknya kami berharap dia kembali. Kalau dia memang kembali dalam keadaan mayat, yah sudah lah. Yang jelas mayatnya sudah ada," ungkap Nela mewakili rasa hati keluarganya pascakehilangan Sri.