Tindak Pidana Pencucian Uang
Ternyata Ada Gudang Solar di Perusahaan Galangan Kapal
Salah satu gudang penimbunan solar di lokasi perusahaan galangan kapal atau tepatnya di dalam komplek PT. Unitec daerah Sintai Batu Aji.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Zabur Anjasfianto
BATAM, TRIBUN - Salah satu gudang penimbunan solar di lokasi perusahaan galangan kapal atau tepatnya di dalam komplek PT. Unitec daerah Sintai, Batu Aji, Batam.
Gudang ini diduga menjadi muara dari penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar ilegal. Gudang itu belakangan diketahui milik Ahmad Mahbub alias Abob yang ditangkap Mabes Polri beberapa waktu lalu.
Di dalam gudang itu sedikitnya terdapat enam tangki besar berkapasitas puluhan ton.
Aktivitas pekerja di dalam gudang melakukan penampungan solar dari kapal-kapal pompong yang bermain di laut dan juga melakukan penampungan dari truk tangki BBM milik penimbun solar di darat.
Beberapa warga di lokasi membenarkan, belasan truk tangki BBM kerap hilir mudik ke dalam gudang.
Aktivitas truk tangki BBM itu bisa dilihat pada sore dan malam hari. Sedangkan aktivitas penampungan dari kapal juga disebut kerap dilakukan pada malam hari.
"Resmi atau tidak gudan BBM itu saya tidak tahu. Kalau sore sampai malam banyak truk tangki BBM masuk di gudang itu. Untuk kapal jenis pompong saya sempat lihat, pada malam hari saja," kata Yd, salah satu warga yang tidak jauh tinggalnya dari lokasi gudang BBM tersebut, Selasa (9/9/2014).
Yd merupakan inisial salah seorang warga yang ditemui tak jauh dari lokasi gudang. Ia meminta namanya diinisialkan lantaran takut berurusan dengan pemilik gudang yang dikenal sebagai pengusaha besar.
Tidak itu aja, dia juga takut lantaran banyak preman pengikut pemilik gudang.
"Jangan ditulis nama lengkap saya. Jangankan ngomongi gudang itu, ketahuan ngelirik ke arah gudang saat jalan bisa jadi masalah. Makanya warga di lokasi ini pada diam-diam semua," sebutnya.
Gudang yang ditutup dengan pagar beton dan gerbang besi plat itu mempersulit sejumlah wartawan untuk konfirmasi terhadap penjaga gudang.
Bahkan, suara bising dentuman besi dari beberapa perusahaan galangan kapal dekat lokasi gudang juga memungkinkan penjaga gudang tidak mendengar kedatangan sejumlah wartawan.
Beberapa pekerja galangan kapal tidak jauh dari lokasi, mengatakan pintu terbuka jika ada truk tangki BBM yang masuk. Pekerja gudang BBM jarang berinteraksi dengan para pekerja galangan kapal di daerah itu.
"Pintunya baru terbuka saat truk tangki BBM ada. Kami tak kenal dengan pekerja di dalam gudang itu," kata Hasan, pekerja galangan lain.
Dari pantauan beberapa truk tangki sedang memindahkan BBM ke dalam bunker. Beberapa laki-laki berbadan tegap mengawal pemindahan solar dari truk tangki ke dalam bunker.