Rabu, 8 April 2026

Tingginya Pendatang Usia Muda di Kepri Berpotensi Akibatkan Baby Booming

Tingginya angka pendatang berusia muda di Provinsi Kepulauan Riau berpotensi mengakibatkan ledakan angka kelahiran bayi (baby booming).

Laporan Wartawan Tribun Batam, Dewi Haryati

BATAM, TRIBUN - Tingginya angka pendatang berusia muda di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) berpotensi mengakibatkan ledakan angka kelahiran bayi (baby booming).

Hal ini pula yang menjadi salah satu fokus perhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri dalam menggalakkan program kerjanya pada tahun 2014.

Seperti disampaikan Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KS-PK) BKKBN Pusat, Sudibyo Alimoeso, dalam kunjungan kerjanya di Batam, Selasa (9/9/2014) malam.

Menurutnya, dari segi kependudukan dan keluarga berencana, angka pertumbuhan di Kepri termasuk dalam kategori cukup. Jumlah anak-anak yang lahir masih sebanding dengan jumlah orangtua.

"Sebenarnya angka pertumbuhan di Kepri ini sudah cukup. Dalam artian, anak-anak yang lahir cukup untuk menggantikan orangtuanya. Ini harus tetap dipertahankan," kata Sudibyo di Batu Ampar Batam.

Hanya saja, potensi ledakan kelahiran bayi justru berasal dari pendatang berusia muda yang bekerja, menikah dan menetap di Kepri.

Hal ini juga didukung hasil survei nasional, sebanyak 98 persen pasangan usia subur mengetahui tentang keluarga berencana. Namun masih banyak yang enggan mengikuti program Keluarga Berencana (KB).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved