Rabu, 8 April 2026

Bentrok TNI vs Brimob di Batam

Anggota Yonif 134 Tuah Sakti Hanya Terkena Serpihan Anak Peluru

Penggerebekan gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berujung tertembaknya empat anggota TNI di Batam disikapi serius Komisi Kepolisian Nasional.

Laporan Wartawan Tribunnews, Adi Suhendi

JAKARTA, TRIBUN - Penggerebekan gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang berujung tertembaknya empat anggota TNI di Batam disikapi serius Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Hasil penelusuran internal Kompolnas selama dua hari menyimpulkan bila anggota TNI yang mengalami luka tembak akibat terkena serpihan anak peluru pantulan atau recoset.

Komisioner Kompolnas M. Nasser yang turun langsung ke Batam mengungkapkan bahwa setelah mempelajari hasil visum et repertum terhadap korban penembakan, semua korban mengalami luka robek dan lecet dengan tepi pinggir tidak rata.

"Kompolnas berkesimpulan bahwa hampir semua luka pada korban adalah luka robek dan lecet dengan tepi pinggir tidak rata dengan kemungkinan akibat terkena serpihan anak peluru pantulan," ungkap Nasser di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Sabtu (4/10/2014).

Kompolnas pun menimpulkan bahwa penggunaan senjata dengan melakukan tembakan yang dilakukan anggota Polri di gudang penimbunan BBM ilegal sebagai tindakan membela diri.

Alasannya dikarenakan sebelum penembakan, terjadi pengepungan, pemukulan, dan pengrusakan mobik terhadap anggota Polri saat membawa tersangka kasus BBM ilegal tersebut.

"Penembakan yang dilakukan lebih dinilai sebagai usaha untuk menyelamatkan diri sekaligus menghindari terjadinya clash yang lebih besar. Namun melepaskan tembakan peringatan ke bawah yang kemudian menyebabkan rekoset dan berikibat jatuhnya korban perlu didalami lebih jauh apakah masuk dalam kategori pelanggaran prosedur," ungkapnya.

Kemudian sesuai hasil klarifikasi Kompolnas yang dilakukan kepada seluruh anggota Brimob yang berada di Mako Brimob Polda Kepulauan Riau serta yang mengetahu insiden yang terjadi, Kompolnas memperoleh fakta bahwa telah terjadi pemukulan dan penyerangan pada komandan jaga Mako Brimob Polda Kepri.

"Saat itu yang kemudian berkembang menjadi perkelahian dan tawuran di depan pos penjagaan Mako dengan melepaskan serangkaian tembakan yang mengakibatkan adanya korban luka pada pihak penyerang," jelas dia.

Sementara di Jalan Trans Barelang sekitar 30 meter di depan Mako Brimobda Polda Kepri ditemukan adanya tindakan anarkis seperti pembakaran tempat pencucian mobil dan pengrusakan disertai penjarahan toko kelonting penjual perlengkapan TNI-Polri milik keluarga anggota Polri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved