Judi Berkedok Gelanggang Permainan
Bandar Judi KIM “Mengaku Kenal” dengan Petinggi Polda Kepri
Masyarakat Tanjung Uma Batam resah atas aktivitas judi KIM yang berdekatan dengan Masjid Radautul Jannah di Tanjung Uma Batam.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Hadi Maulana
BATAM, TRIBUN - Masyarakat Tanjung Uma Batam resah atas aktivitas judi KIM yang berdekatan dengan Masjid Radautul Jannah. Sampai saat ini, aktivitas judi KIM terus beroperasi.
Lurah Tanjung Uma, Syahril yang dikonfirmasi terkait keberadaan judi KIM ini terkesan bungkam.
"Saya lagi di Pemko, lagi rapat," demikian bunyi pesan singkat yang dikirimkan Lurah Tanjung Uma Syahril kepada Tribun, Kamis (16/10/2014).
Slamet, tokoh masyarakat Tanjung Uma mengaku pada dasarnya dirinya beserta warga Tanjung Uma lainnya mendukung hiburan pasar malam di Tanjung Uma. Namun jika ada aktivitas judi KIM, dirinya menolak.
"Tahu sendiri judi KIM itu, kan ada lagunya. Sementara lokasinya dekat betul dengan masjid, selain itu juga dekat pemukiman warga, tentunya sangat mengganggu," jelasnya.
Parahnya lagi, dengan adanya perjudian ini, di Tanjung Uma sudah mulai tidak aman, sebab sampai saat ini sedikitnya sudah enam unit sepeda motor hilang.
"Sebelumnya tidak pernah terjadi pencurian sepeda motor, tapi kali ini ngeri betul, dalam seminggu ini sudah 7 motor hilang karena banyak orang luar yang masuk ke dalam kampung ini," jelasnya.
Lagian yang membuat mereka kesal, sambung Slamet, pemiliknya terlalu sombong, karena suka mengaku kalau dia saudara Kapolda Kepri karena berasal satu kampung.
"Itu yang membuat kami marah, jangan mentang-mentang saudara Kapolda Kepri kami takut. Maaf saja, kami warga Tanjung Uma ini tidak takut, selagi yang kami perjuangkan ini benar.”
“Lain halnya kalau kami salah, baru kami takut. Ini sudah jelas perjudian, dekat pula dengan masjid dan pemukiman warga," katanya lagi.
Slamet mengaku malam ini (Kamis 16/10/2014) warga Tanjung Uma menggelar rapat, karena jika tidak ada tindakan dari kelurahan dan kecamatan serta pihak kepolisian, warga sepakat akan melakukan tindakan sendiri karena perjudian KIM ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi.
"Mudah-mudahanlah ada tindakan dari kelurahan dan kecamatan serta pihak kepolisian, kami juga sudah menyurati pihak kelurahan agar perjudian itu dibubarkan," ujarnya.