Rabu, 22 April 2026

Agar Anak tak Kerja di Usia 15, Jadikan Wajib Belajar 9 ke 12 Tahun

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)‎ meminta agar program wajib belajar dari pemerintah bisa ditambah dari 9 menjadi 12 tahun.

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)‎ meminta agar program wajib belajar dari pemerintah bisa ditambah dari 9 menjadi 12 tahun.

Hal itu dalam rangka mempersiapkan generasi muda Indonesia dalam ‎masa bonus demografi yang sudah terjadi di Indonesia sejak tahun 2012 lalu.
Kepala BKKBN Fasli Jalal menjelaskan, terkait masa bonus demografi yang dperkirakan berlangsung hingga 2045 nanti, ada beberapa program yang dihadapkan BKKBN bisa dilakukan pemerintah.

"‎Kami ingin wajib belajar bisa 12 tahun, jadi kita tidak memulai anak-anak bekerja di usia 15 tahun, dapat ketrampilan dan kompetensi dulu sampai 18 tahun. Jadi 19 tahun baru kerja," tutur Fasli Jalal ketika roadshow sosialisasi bonus demografi di Batam, Minggu (19/10/2014) sore.

Selain waktu yang panjang untuk dilatih, pemerintah juga harus memastikan anak-anak yang lulus tersebut diberi pembekalan sebelum masuk pasar kerja. 

"Jadi ada transisi dari dunia sekolah ke dunia kerja. Mereka bisa tahu bagaimana dunia kerja, rasanya kerja tim, kerja di bawah tekanan, dengan teknologi yang juga berbeda," ucap Fasli Jalal.

‎Selain mempersiapkan generasi muda yang menuju bonus demografi, pemerintah serta seluruh jajaran masyarakat diminta ikut memperhatikan angkatan kerja yang memiliki produktifitas rendah. Misalnya pekerja di bidang pertanian, perikanan, dan beberapa sektor lain.di pendapatan tinggi.
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved