Pemilik Bangunan Siagakan Anjing Untuk Menghalau Satpol PP
Pembongkaran bangunan di atas drainase Perumahan Mutiara Point RT 01 RW 05 Tiban Baru Sekupang Batam.
Laporan Wartawan Tribun Batam, Wahib Wafa
BATAM, TRIBUN - Pembongkaran bangunan di atas drainase Perumahan Mutiara Point RT 01 RW 05 Tiban Baru Sekupang Batam akan segera dilakukan petugas terkait.
Salah satunya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Namun hingga kini pihaknya masih menunggu instruksi dari Wakil Walikota Batam.
"Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pembongkaran ituu kan harus melewati surat peringatan (SP). SP pertama kedua dan ketiga. Kalau ketiga kalinya SP tidak diriul ya baru kita akan bongkar paksa," ujar Kasat Pol PP Hendri saat dihubungi Jumat (31/10/2014).
Hendri mengatakan pihaknya hanya menunggu perintah sesuai prosedur yang telah dilalui, yakni SP yang diberikan wakil wali kota melalui intansi terkait.
"Kalau dibongkar itu pasti. Tapi kan kita gak asal bongkar. Tunggu proses-prosesnya dilalui dulu," ujar Hendri lagi.
Ia juga mengatakan bahwa pemilik bangunan disarankan mau berendah diri membongkar bangunanya sendiri.
Pasalnya, jika dilakukan pembongkaran sendiri pasti pemilik dapat memilah sisa bangunan yang dapat difungsikan untuk kebutuhan lainya.
"Kita berharap sih mau membongkar sendiri," jelas Hendri.
Pantauan Tribun, tepat di bagian atas bangunan ilegal itu digelar spanduk bertuliskan "Car Wash Setia Hati".
Hal itu berbeda dengan hari sebelumnya yang tidak terlihat sepanduk tersebut. Saat pewarta yang hendak mengambil foto bangunan tersebut diusir paksa oleh anak buah Bambang sang pemilik bangunan.
"Hai pergi kalian. Tak usah ambil-ambil foto. Tak ada pemilik rumah," ujar salah seorang pekerja bangunan rumah milik Bambang yang juga pemilik bangunan di atas drainase itu.
Tak hanya itu, pemilik bangunan yang bekerja di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam itu pun telah menyiagakan anjing untuk berjaga-jaga di area bangunan tersebut.
"Tak tahu, biasanya tak ada anjing di situ. Buat jaga-jaga mungkin," ujar tetangga Bambang yang enggan menyebutkan namanya itu.