Kamis, 23 April 2026

Tragedi Berdarah Saat Pesta Perkawinan

Biang Kerok Keributan Ditangkap, Polisi Masih Buru Eksekutor Pembacokan

Kapolsek Nongsa Kompol Arthur Sitindaon mengaku masih memburu eksikutor atau pelaku pembacokan yang menyebabkan tewasnya Ishak.

Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Meski sudah menetapkan 7 tersangka dari 11 orang yang diamankan dari kasus pembacokan terhadap Ishak Timung (47), warga Kampung Nusa Indah Blok H Kavling Lama, Punggur, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kapolsek Nongsa Kompol Arthur Sitindaon mengaku masih memburu eksikutor atau pelaku pembacokan yang menyebabkan tewasnya Ishak.

"7 orang ini, salah satunya biang kerok dari awalnya keributan ini, namun untuk eksikutornya masih diburu tim buruh sergap Polsek Nongsa," kata Kompol Arthur Sitindaon.

Adapun ketujuh tersangka tersebut, yakni masing-masing Jamaludin alias Jamal Maut, Rano Bapabui, Rialdi Saputra alias Rio, Husein Mohala, Junaidin Leti alias Jule, Junaidin Bali alias Udin serta Saiful Gowal.

"Untuk eksikutornya masih rahasia kami, yang jelas biang kerok awal dari keributan ini yakni Jamaludin alias Jamal Maut," ungkapnya.

Arthur, begitu sering disapa mengaku tujuh orang ini diamankan di kediaman masing-masing di Kavling Baru Kelurahan Kabil Nongsa.

Untuk ketujuh tersangka ini, sambung Arthur akan dijerat pasal 170 ayat (1) huruf 3 E jo pasal 55 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

"Tapi tidak menutup kemungkinan dari 4 orang yang masih menjalani pemeriksaan ini bisa saja ditetapkan sebagai tersangka," kata Arthur.

Daei hasil pemeriksaan, Kanit Reskrim Polsek Nongsa Iptu Oloan Situmorang menceritakan, para tersangka ini merupakan warga Kavling Baru datang ke kavling lama karena hendak melihat hiburan di Kavling Lama yang menggelar hajatan dan hiburan.

Kemudian mereka joget-joget dan tak lama kemudian terjadilah pertengkatan yang diakhiri keributan. Namun sebelumnya pelaku sempat disuruh bubar dengan pemilik hajatan. "Bahkan korban roboh 50 meter dari lokasi pesta," kata Oloan Situmorang.

Tak hanya itu, tambah Oloaan saat ini Polsek Nongsa juga meminta bantuan pengamanan ke Polresta Barelang untuk menimalisir terjadinya susuatu hal yang tak dinginkan.

"Karena terbatasnya personil, untuk pengaman kami meminta bantuan ke Sabhara Polresta Barelang. Dan hal ini bertujuan agar tidak terjadinya serangan balasan buntut dari keributan Minggu dini hari lalu," tutupnya.

Dibagian lain, salah satu dari 11 orang yang diamankan yang enggan menyebutkan identitasnya mengaku dirinya hanya ikut-kutan saja dan sama sekali tidak ada melakukan pengeroyokan.

"Saat itu saya lagi duduk-duduk ama kawan-kawan, dan tiba-tiba diminta untuk ke Kavling Lama, saat itulah saya kesana dan ternyata tiba-tiba ada pembacokan," katanya.

Usai pembacokan terjadi, lanjutnya, dirinya mendengarkan arahan kabur. "Dan saat itu juga saya ikutan kabur menyelamatkan diri," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved