Disini Tempat Wisata Kepri
Asyiknya Berselfie di Kepri Carnaval dengan Busana Unik dan Glamor
Ratusan peserta Kepri Carnaval dengan busana unik tampil menarik di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Sabtu (8/11/2014) sore.
Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Ratusan peserta Kepri Carnaval dengan busana unik tampil menarik di halaman Gedung Daerah Tanjungpinang, Sabtu (8/11/2014) sore.
Mereka mampu memukau hati warga Tanjungpinang yang memadati kawasan Tepi Laut.
Corak busana dan gerak-gerik tubuh setiap peserta mengikuti irama musik begitu merasuki warga yang hadir. Ribuan warga pun memberikan apresiasi dengan berbagai cara, entah bergoyang, melambaikan tangan, mengabadikannya melalui kamera dan telepon seluler dan bertepuk tangan meriah sambil berteriak histeris.
"Pada hari ini kita merayakan Kepri Carnaval untuk pertama kalinya. Harapan saya, Kepri Carnaval ini bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Tanjungpinang. Semoga Kepri Carnval ini bisa berkembang dan bisa digelar ke ibu kota kabupaten/kota lain. Lebih dari itu, kegiatan ini bisa dipromosikan ke luar, sehingga Kepri semakin dikenal di dalam dan luar negeri. Dengan itu kunjungan wisatawan pun diharapkan semakin meningkat," ungkap Gubernur Kepri HM Sani saat membuka acara Kepri Carnaval seraya mengucapkan terima kasih kepada para peserta Jember Festival Carnaval (JFC) yang turut hadir dan para peserta dari kabupaten/kota se-Kepri.
Setelah dibuka oleh Sani, Kepri Carnaval langsung dilanjutkan dengan pawai para peserta. Pawai diawali dengan parade dua belas peserta dengan pakai kerajaan Melayu. Kedubelasan peserta ini melambangkan isi Gurindam Dua Belas.
Barisan keduabelasan kemudian diikuti oleh marching band dari JFC berpakaian serba hitam dan 80 peserta dari JFC asuhan Dynand Faris. Kedelapanpuluh peserta tersebut mengenakan pakaian khas yang menampilkan lambang-lambang Mahabrata, Borobudur, Tambora, Tibet dan berbagai corak busana dari Bali, Toraja dan Papua.
Di belakang kedelapanpuluh peserta JFC disusul oleh para peserta asal Kepri. Para peserta ini berasal dari 7 kabupaten/kota di Kepri. Tak kalah dengan para peserta JFC, peserta asal Kepri pun menampilkan busana dengan corak warna merah, hijau ungu. Mereka juga menyedot perhatian dari banyak warga yang mengitari kawasan Tepi Laut Tanjungpinang.
"Para peserta dari kabupaten/kota se-Kepri menampilkan corak busana Melayu berwarna merah, hijau dan kuning. Mereka terinspirasi oleh motif daun sirih besar atau cogan. Warna merah melambangkan keberanian. Warna hijau melukiskan kesejahteraan, kesejukan dan kedamaian. Warna ungu menggambarkan sikap yang visioner," terang pembawa acara seraya menginformasikan bahwa seluruh rangkaian acara ini digagas oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri dalam kerja sama dengan JFC dan Asosiasi Karnaval Kepri (Akari).
Corak busana dan gerak-gerik para peserta tidak hanya menyedot perhatian warga di sekitar Gedung Daerah, tetapi juga di sepanjang lintasan pawai. Sepanjang ruas jalan Yusuf Kahar, menuju Mesjid Agung, Kentucky Fried Chicken (KFC), jalan Ketapang, Merdeka dan menuju Gedung Daerah, ribuan warga sudah menunggu untuk menyaksikan kekhasan busana yang ditampilkan.
Mereka juga terlihat meminta para peserta untuk foto bareng atau 'selfie'. Foto bareng itu masih terus berlanjut hingga di halaman Gedung Daerah. Bahkan untuk foto bareng ini ada hadiah khusus yang disediakan panitia penyelenggara.
"Saya melihat ada semangat yang tinggi dari masyarakat Tanjungpinang untuk menyaksikan kegiatan ini. Semoga di waktu mendatang, kegiatan seperti ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hari ini Kepri menjadi salah satu destinasi karnaval di Indonesia. Semoga Tanjungpinang dan Kepri semakin dikenal," ungkap Guntur Sakti, Kepala Dispar Kepri.

