Rabu, 8 April 2026

Penyerangan Barak Brimob di Batam

Pengalaman Yo di Lokasi Bentrok, "Yang Kemarin Lebih Parah dari Sebelumnya"

"Ya, kami berdoalah supaya cepat selesai perangnya. Kami tak berani keluar, cuma nonton beritanya di tv," kata Yo.

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Masih terekam di benak Yo (14), siswi SMPN 37 Batam, suasana mencekam yang dirasakannya dan teman-teman sekolahnya, Rabu (19/11/2014) sore lalu, tatkala melihat sejumlah prajurit mengenakan pakaian loreng melintas di area sekolahnya.

Membawa senjata di tangan mereka, prajurit itu lantas menuju wilayah perbukitan, tak jauh dari sekolahnya. Tak berselang lama, ia mendengar suara tembakan beruntun. Entah darimana asalnya.

Suara desingan peluru itu, sontak saja membuyarkan pikiran Yo dan teman-teman sekolahnya yang belajar shift siang. Pihak sekolahpun terpaksa mengambil kebijakan, memulangkan siswa lebih awal, disertai pengumuman, Kamis (20/11) proses belajar-mengajar diliburkan.

"Biasanya kami pulang sekolah pukul 6 sore, tapi karena ada suara tembakan kami pulang lebih cepat. Sekitar pukul 4.30 sore," kata Yo kepada Tribun, Kamis (20/11/2014).

Beruntung saat suara tembakan mulai 'menggila', ia sudah berada di dalam rumahnya, tak jauh dari Mako Brimob Polda Kepri. Yo tak diizinkan orangtuanya lagi keluar rumah.

Apalagi saat itu beberapa pria mengenakan pakaian loreng dan bersenjata, terlihat berjaga-jaga di sekitar rumahnya. Ditambah penerangan di sekitar tempat tinggal Yo sengaja dipadamkan.

"Kami takutlah dengar suara tembakannya. Bikin terkejut. Apalagi kalau ada anak kecil, nangis," ujar remaja ini.

Saat itu, ia tak berhenti berdoa kepada Tuhan, agar bentrokan antara TNI dan Brimob yang berlangsung di luar rumahnya segera usai.

"Ya, kami berdoalah supaya cepat selesai perangnya. Kami tak berani keluar, cuma nonton beritanya di tv," kata Yo.

Iapun menyampaikan unek-uneknya atas pertikaian antara dua instansi pemerintah yang sudah 2 kali terjadi ini.

"Kemarin lebih parah daripada bentrok sebelumnya. Sama-sama tugasnya melakukan pengamanan. Malah mereka pula yang tembak-tembakan. Siapa lagi yang mau mengamankan rakyat?," protesnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved