Senin, 4 Mei 2026

Hilang Saat Cari Ketam Sejak Jumat Lalu, Nelayan Lingga Belum Ditemukan

Soleh (70), warga Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, dinyatakan hilang sejak Jumat,(12/12/2014), saat mencari Ketam (Kepiting) di Sungai Ular.

Tayang:

Laporan Tribunnews Batam, Ian Sitanggang

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Soleh (70), warga Sungai Pinang, Kecamatan Lingga Timur, dinyatakan hilang sejak Jumat,(12/12/2014), saat mencari Ketam (Kepiting) di Sungai Ular yang ada di desa Sungai Pinang.

Informasi yang dihimpun Bintan News, Minggu (14/12/2014),  Soleh berangkat dari rumah turun ke Sungai Ular, Jumat pukul 04.00WIB dini hari, dengan menggunakan sampan dan senter kepala.

Orang pertama yang mengetahui Saleh hilang adalah anggota keluarganya, dimana sampai siang hari, Soleh tidak kunjung pulang ke rumah.

"Anak Pak Soleh mencoba mencari tahu keberadaan orangtuanya. Setelah mengarungi Sungai Ular anak Soleh, menemukan sampan yang digunakan orangtuanya, dan tidak jauh dari sampan tersebut kira-kira 3 meter jaraknya, senter kepala yang digunakan Soleh, ditemuakan," kata Hendrik warga Sungai Pinang.

"Setelah melihat kejadian tersebut anak pak Soleh, memberitahukan kepada warga bahwa orangtuanya tidak ada di sampan. Warga desa Sungai Pinang langsung melakukan pencarian," tambah Hendrik.

Hendrik menuturkan, mereka sudah menyisir sungai Ular, sampai ke laut dan di sekitar Sungai Ular namun Soleh, belum ditemukan. Masyarakat dan  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta  jajaran kepolisian masih melakukan pencarian.

Sementara di tempat terpisah, Kapolsek Daik Lingga Iptu Hendriyal, mengatakan pencarian masih terus dilakukan. "Kita sudah menyisir sungai sampai ke laut, tapi belum ada tanda-tanda," kata Hendriyal.

Dia juga mengatakan, lokasi menghilangnya Soleh sangat sulit dilacak  karena selain rawa sungainya juga sangat kecil.

"Kita juga masih kekurangan alat untuk menyelan," kata Hendriyal.

Selain itu, cuaca yang terus menerus hujan membuat pencarian kurang maksimal.

"Saat ini hujan terus, alat yang kita miliki masih belum memadai. Tantangan di lapangan juga membuat pencarian sedikit sulit. Informasi dari masyarakat tempat tersebut adalah lokasi dimana buayanya sangat banyak, jadi ini yang membuat pencarian sedikit sulit," katanya.

"Kita belum mengetahui sampai kapan kita laksanakan pencarian," kata Iptu Hendriyal.

Kebiasaan warga desa Sungai Pinang adalah turun ke sungai pada pagi hari saat air laut sedang pasang untuk mencari ketam. Karena saat air laut pasang maka ketam akan banyak di sungai. Oleh sebab itu warga Sungai Pinang selalu memanfaatkan kesempatan tersebut.

Sementara untuk sungai-sungai yang ada di Sungai Pinang adalah tempat populasi buaya yang paling banyak untuk pulau Daik Lingga, selain sungai Resun dan Sungai Besar Kecamatan Lingga Utara.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved