Geng Motor Batam Meresahkan
"Adik Saya Dibacok dan Dihajar Balok oleh Geng Motor"
Mohamad Yoga Riski Firman Daus (15)dibacok dengan sadis oleh anggota geng motor di jalan raya Kampung Nanas, Batam Centre.
Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Endang Firman Daus (49) dan Nunung Komariah (43), warga Perumahan Bida Asri II, geram akan tindakan gerombolan geng motor yang sudah sangat terlewat batas terhadap putra mereka.
Mohamad Yoga Riski Firman Daus (15), putra mereka telah dibacok dengan sadis oleh anggota geng motor di jalan raya Kampung Nanas, Batam Centre, Minggu (28/12/2014) sekitar pukul 01.00 WIB.
Akibat aksi pembacokan tersebut, Yoga dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) karena mengalami luka serius di kepala dan sekujur tubuhnya. Sedangkan sepeda motor Honda Revo hitam silver nopol BP 2524 DW milik korban juga dibawa kabur pelaku.
Nunung mengatakan, saat diberikan pertolongan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSBK, anaknya sempat siuman. Namun korban tampak trauma dan beberapa kali berteriak di meja perawatan.
"Tolong, Jangan pukul lagi. Sakit," kata Nunung menirukan apa yang dirasakan korban dengan mata berkaca-kaca.
Diceritakan Agi, kakak korban di IGD RSBK, Aksi pembacokan tersebut terjadi ketika korban baru saja pulang kumpul bersama teman-temannya di Vihara Batam Centre. Yoga berencana pulang ke kediamannya di Perumahan Bida Asri II. Namun sewaktu melintas di TKP, remaja lima belas tahun tersebut dihadang oleh anggota geng motor.
Pelaku pun langsung menyerang korban tanpa bertanya. Akibatnya, Yoga mengalami luka bacok di lengan tangan kanan dan kiri, di punggung, di wajah serta luka hantaman benda tumpul dan robek di kepala.
Seorang rekan korban, Junaidi yang kebetulan melintas menyaksikan aksi geng motor tersebut. Namun karena ketakutan, dia pun berbalik arah dan bersembuyi. Berselang setengah jam, Junaidi mendatangi TKP dan mendapati Yoga sudah terkapar dengan kondisi bersimbah darah di pinggir jalan.
Korban pun kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaann (RSBK) untuk mendapatkan pertolongan medis. Kondisi korban sudah tak sadarkan diri ketika dibawa ke rumah sakit. Meski sempat mendapatkan perawatan di IGD, korban selanjutnya dibawa ke ruangan ICU.
"Adik saya dibacok dan dihajar pakai kayu balok. Pelakunya diduga lebih tiga orang," kata Agi lagi.
Dilanjutkan wanita berjilbab tersebut, keluarganya baru mengetahui peristiwa pembacokan yang dialami Yoga sekira pukul 4.30 WIB setelah teman korban datang dan melaporkan ke rumah.
"Sekitar setengah lima dua teman adik saya kerumah. Mereka bilang Yoga dikeroyok anggota geng motor dan sekarang dirawat di RSBK," lanjutnya.
Setelah mengetahui anaknya dibacok gerombolan geng motor, Endang beserta keluarga lainnya, mendatangi lokasi kejadian. Di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tersebut Endang menemukan sejumlah kayu balok dan pecahan botol minuman keras serta bercak darah yang diduga digunakan pelaku untuk memukul korban.
"Kayu balok dan botol minuman keras itu sudah diberikan ke polisi Polsek Batamkota," ujar Agi.
Endang dan anggota keluarganya pun berkumpul menunggui korban yang harus dioperasi karena mengalami pembekuan darah di kepala.
"Operasi akan dilakukan dua kali. Operasi pertama untuk mengeluarkan darah beku di kepala. Kedua, untuk menjahit luka di kepala," kata Endang.
Sorang kerabat korban, Kusuma Wijaya, amat menyayangkan aksi kejahatan geng motor yang sudah sangat meresahkan masyarakat. Kesadisan mereka tak pandang bulu, baik anak-anak maupun orang dewasa banyak yang telah menjadi korban mereka. Ia pun berharap agar aparat kepolisian dapat bertindak cepat dalam menangani kasus tersebut.
"Kasus kejahatan geng motor semakin brutal di Batam. Kami minta polisi bergerak cepat mengungkap kasus ini, sehingga tak ada warga lain menjadi korban," kata Kusuma.
Di RSBK, polisi juga tampak meminta keterangan dari keluarga korban. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian yang diduga digunakan pelaku melakukan penganiayaan. Diduga pelaku pembacokan lebih dari tiga orang.
Kanit Reskrim Polsek Batamkota, Iptu Riyanto mengatakan pihaknya masih meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kasus ini. "Kita masih memburu pelaku dan kita masih terus selidi kasus ini," kata Riyanto.