Rabu, 22 April 2026

Inilah Bibit Pohon Gaharu yang Terkenal Mahal Hingga Rp 120 Juta/Kg

Gubal dari pohon gaharu berkualitas super harganya di pasaran mencapai Rp120 juta per kilogram.

Laporan Tribunnews Batam, Ian Sitanggang

TRIBUNNEWSBATAM.COM, LINGGA- Bagi warga Kabupaten Lingga, maupun dari luar Lingga yang hendak berinvestasi membuka lahan perkebunan Gaharu, Kepala Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Lingga, Dwi Abdi siap membantu pengadaan bibit pohon tersebut.

"Saat ini saya sedang menyemai 70 ribu bibit pohon gaharu siap tanam, kalau investor yang hendak bekerja sama, saya siap menyiapkan bibit gaharunya," kata Dwi Abdi, kepada Bintan News, Selasa (27/1/2015).

Dia mengatakan, bagi warga yang ingin membeli bibit gaharu, harga satu batangnya hanya Rp 1000.

" Kalau ada yang ingin membeli secara banyak, kita akan kirim sampai ke tempat," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pohon gaharu fungsinya sangat banyak. Pohon ini juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Pohon gaharu ini biasanya dapat juga ditemui di hutan Lingga.

Namun saat ini keberadaan gaharu di hutan Lingga semakin menipis seiring meningkatnya jumlah masyarakat yang berburu gaharu untuk diambil gubal (batang gaharu yang sudah terinfeksi dengan bakteri zat kimia) karena bernilai ekonomis tinggi.

Gubal berkualitas super harganya dipasaran mencapai Rp120 juta per kilogram. Namun untuk mendapatkannya sangat sulit, karena tidak semua pohon gaharu memiliki gubal.

Gubal bermanfaat untuk aktivitas kebudayaan dalam agama di dunia (terutama Islam, Hindu, Budha, Nashrani, Konghucu,dll), sebagai parfum, aroma terafi herbal dan kosmetika.

Saat ini untuk mendapatkan pohon gaharu di hutan yang ada di Kabupaten Lingga sangat sulit. Untuk itu, alternatifnya adalah dengan budidaya. Pembudidayaan tanaman sudah mulai dilakukan oleh beberapa masyarakat Kabupaten Lingga salah satunya Dwi ABdi.

Dwi Abdi sudah membudidayakan gaharu sejak tahun 2002, kini tinggal memetik hasilnya. 200 pohon gaharu dilahan seluas dua hektar, kini tinggal menunggu waktu memanen. Dia menjelaskan untuk membuat gubal Dwi, memberikan suntikan dengan fusarium (sejenis zat kimia).

"Tidak semua pohon gaharu yang disuntik menciptakan gubal bernilai ekonomis tinggi. Kulit dan buahnya juga bermanfaat dijadikan herbal," katanya.

Dia mengatalan, selain sudah memiliki kebun gaharu, Dwi saat ini sedang melakukan pembibitan gaharu yang siap ditanam." Jadi kalau ada investor maupun masyarakat yang ini menanamkan investasinya di perkebunan gaharu, saya siap untuk membantu bibit," tutup Dwi Abdi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved