Senin, 13 April 2026

Prahara Kampus UPB

Rektorat UPB Bentuk Tim Selesaikan Masalah Konflik Mahasiswa-Kampus

Tim akan bekerja menyelesaikan masalah baik mengenai penindakkan terhadap mahasiswa yang bermasalah ataupun mengevaluasi organisasi kemahasiswaan.

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Terkait tindakan anarkis yang dilakukan sejumlah orang terhadap dua mahasiswa yang mencoba mempertahankan sekretarian BEM Universitas Putera Batam (UPB) beberapa waktu lalu, pihak UPB berjanji akan membentuk tim yang akan menyelesaikan masalah tersebut.

Tim akan bekerja menyelesaikan masalah baik mengenai penindakkan terhadap mahasiswa yang bermasalah ataupun mengevaluasi organisasi kemahasiswaan tersebut.

Disinggung mengenai beberapa penyebab aksi anarkis mahasiswa seperti sanksi berupa denda-denda yang memberatkan, Rektor UPB Nur Evi Husda, hal itu hanya bertujuan untuk pendisiplinan.

"Denda 1 juta hanya dikenakan pada mahasiswa yang telat daftar ulang pada semester ganjil pertama. Dan juga untuk biaya ujian susulan, bukan gara-gara sakit atau hal-hal mendadak lain mahasiswa tersebut tidak bisa mengikuti ujian lalu didenda. Namun bisa mengikuti ujian, tapi memang harus membayar biaya ujian susulannya," terang Elfi.

Menurut Elfi, aksi anarkis mahasiswa UPB tersebut terjadi pada Selasa (3/2/2015). Berawal sekitar pukul 13.25 WIB ketika petugas keamanan kampus mengosongkan ruangan BEM. Karena mahasiswa tidak terima, baku hantam antara mahasiswa dan pihak keamanan pun tak terelakan.

"Yang mana sebelumnya pihak kampus telah melakukan pemberitahuan persuasif kepada mahasiswa," lanjut Elfi lagi.

Aksi tersebut akhirnya berlanjut pada Selasa malam. Dari rekaman CCTv, lanjutnya, beberapa mahasiswa melakukan aksi pengrusakan pos keamanan dan kampus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved