Generasi Muda Pariaman Gelar Lomba Kesenian Daerah Minang
Tambua gendang tansa, silat dan tari piring, merupakan tiga kategori yang diperlombakan dalam kegiatan ini
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Generasi Muda Pariaman (Gempar) mengadakan pagelaran kesenian budaya daerah Minang memperebutkan Piala Gempar, Minggu (15/2/2015) di aula PIH Hotel, Batam Centre.
Tambua gendang tansa, silat dan tari piring, merupakan tiga kategori yang diperlombakan dalam kegiatan yang disatukan dengan pelantikan pengurus Gempar periode 2015-2020 ini. Secara khusus, Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman, dan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni juga menyempatkan diri hadir dalam kegiatan ini.
"Kegiatan hari ini sebenarnya pelantikan pengurus Gempar. Pelaksanaannya malam hari, di siang harinya kami buat pagelaran kesenian daerah Minang," ucap Ketua Gempar terpilih, Sony Piliang kepada Tribun.
Melalui pagelaran seni ini, dia mengajak keluarga Padang Pariaman meningkatkan rasa kebersamaan dengan orang Minang di Batam. Lewat kesenian ini, pihaknya juga ingin memperkenalkan kebudayaan Minang di tengah-tengah masyarakat Batam yang heterogen.
"Kami ingin menampilkan budaya-budaya kami di tempat kami tinggal. Kedepan kamipun akan lebih meningkatkan lagi kegiatan kesenian seperti ini. Saat ini orang Minang di Batam ada lebih kurang 75 ribu orang," ujarnya.
Wali Kota Pariman, Mukhlis Rahman dan Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, mengapresiasi terselenggaranya kesenian budaya Minang ini di Batam. Lebih kurang 150 orang ikut ambil bagian dalam pagelaran yang terbagi dalam tiga kategori. Seperti tambua gendang tansa, silat, dan tari piring ini.
"Tadi kedatangan Pak Wali Kota dan Bupati Padang Pariaman kami sambut dengan tradisi Minang, tambua gendang tansa. Mereka katakan di sini kegiatannya lebih wah. Luar biasa di perantauan," kata Sony menirukan ucapan kedua tokoh penting dari Pariaman itu saat memberi kata sambutan di Batam.
"Pak Wali Kota dan Bupati juga meminta masyarakat Minang di Batam untuk bersinergi dengan Pemko Batam, membangun Batam lebih baik lagi," sambungnya.
Sementara itu, Andre, anggota Ikatan Keluarga Tanjung Raya (IKTR) yang ikut dalam kategori tambua gendang tansa mengatakan, pihaknya berharap kegiatan budaya Minang ini dapat lebih sering diadakan.
"Memang di Batam masih jarang ada kegiatan seperti ini. Harapannya bisa lebih sering lagi. Ini saja persiapannya mendadak, hanya tiga hari. Kami tak terlalu berharap menang, yang penting partisipasi," kata Andre.
Sedangkan untuk pelantikan kepengurusan Gempar, Gubernur Kepulauan Riau, HM Sani rencananya akan melantik 54 orang pengurus baru itu untuk periode 5 tahun kedepan