Kriminalitas di Batam
Rekannya Kena Hajar, Supir Taksi Ramai-Ramai Datangi Polresta Barelang
Puluhan supir taksi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taksi Pelabuhan Barelang (FKTPB) mennyambangi Mapolresta Barelang, Batam.
Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Puluhan supir taksi yang tergabung dalam Forum Komunikasi Taksi Pelabuhan Barelang (FKTPB) mennyambangi Mapolresta Barelang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (17/2/2015) siang.
Kedatangan para supir taksi tersebut terkait kasus kasus penganiayaan yang menimpa seorang rekan mereka, Ishak pada Rabu (27/1/2015) lalu. Mereka merasa polisi lambat dalam menangani kasus tersebut.
Dari informasi yang dihimpun Tribun Batam, kejadian yang menimpa Ishak berawal setelah dia menegur seorang supir taksi yang mengambil penumpang di depan BCS Mall. Aduh mulutpun tak terhindarkan antara Ishak dan supir taksi tersebut. Hingga akhirnya Ishak yang kesal menendang taksi lawannya tersebut.
Hanya berselang dua hari, Ishak yang sedang mengemudikan taksinya bertemu kembali dengan taksi yang sama di sekitaran Simpang Jam Baloi.
Namun tiba-tiba dua orang yang tidak dikenalnya keluar dari taksi dan kemudian memukulinya hingga babak belur. Ishak pun tak sadarkan diri setelah dipelasah dua orang pria tersebut. Kuat dugaan penganiayaan berkaitan dengan persiteruan korban di BCS Mall.
"Yang mukulnya bukan supir taksi waktu di BCS. Tapi lain lagi," kata Ketua FKTPB, Joni Efrianto.
Akibat penganiayaan tersebut, wajah serta bagian tubuh lain Ishak babak belur. Karena luka yang dialaminya, Ishak terpaksa harus mendapat perawatan medis.
"Mukanya habis kena pukul. Kemungkinan tulang rusuk nya juga patah," lanjut Joni.
Wa Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Dasta Analis yang menemui langsung perwakilan para supir taksi mengatakan kasus tersebut sudah dan sedang dalam proses pihaknya. Namun prosesnya masih terkendala karena minimnya saksi.
"Intinya mereka hanya datang menanyakan pengembangan kasus. Dan kasus tersebut sudah kita sudah proses," terang Dasta.
Dilanjutkan Wa Kasat, proses pengembangan kasus penganiayaan tersebut memang terkandala karena minimnya saksi.
"Untuk saat ini saksinya minim. Dan kemarin mereka (pelapor) mengatakan mereka memiliki serta bisa menghadir kan saksi. Dan sampai sekarang saksi tersebut tidak ada. Ini hanya mis komunikasi," lanjutnya.
Setelah melakukan pertemuan dengan Wa Kasat Reskrim, para supir taksi kemudian membubarkan diri dari aksi damai tersebut. "Besok saksi datang lagi kesini untuk memberikan keterangan," kata Joni.