Menteri Susi Kirim Ditjen KKP ke Natuna, Percepat Pembangunan Bahari
Selama beberapa hari tim ini akan memetakan kondisi riil Natuna dalam langkah akselerasi percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Laporan Tribunnews Batam M. Ikhsan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA - Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti mengutus tim yang terdiri dari lima perwakilan direktorat jendral dan unit Balitbang di kementeriannya datang ke Natuna, Selasa (24/2/2015).
Selama beberapa hari tim ini akan memetakan kondisi riil Natuna dalam langkah akselerasi percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan.
Mereka terdiri dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Perikanan Budidaya, Ditjen Perikanan Tangkap, Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Ditjen Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K), Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP)
Ketua tim, Dr. Hestu Nugroho dari Balitbang KP menyebutkan jika pihaknya akan mengambil data langsung untuk merancang desain program yang efektif terkait percepatan pembangunan bahari di pulau terdepan ini.
"Saya dapat perintah untuk mengumpulkan data, dan kami akan turun ke lapangan terkait berbagai hal yang dibutuhkan dalam percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di Natuna," ujar Hestu kepada Tribun.
Kebetulan, Kepri menurutnya akan dijadikan sentra perikanan baik budidaya dan perikanan tangkap juga. Menurutnya tahun ini akan ada dukungan KKP untuk pengembangan perikanan budidaya di laut. "Akselerasi perikanan terintegrasi dirancang untuk menghasilkan multiplier effect," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Ditjen PSDKP, Doni menyebut pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait rencana pengawasan kedepan juga akan berpijak kepada pengembangan perikanan secara kelembagaan dan infrastruktur. "Kami belum ada data rinci dan detail, tapi kita akan mengkroscek dalam beberapa hari ini," ujarnya.
Begitupun terkait pengembangan Satker PSDKP dan Pengadilan Perikanan di Natuna.
Dalam peningkatan wisata bahari, KKP yang punya program sinkronisasi dengan Kementerian Pariwisata juga menurunkan Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) ingin memaksimalkan titik lokasi yang bisa dijadikan entry point dan titik labuh kapal-kapal yacht untuk menggeliatkan wisata yang ada.
Dinah Yunitawati, perwakilan dari Ditjen ini yang dijumpai Tribun kemaren menuturkan KKP tidak hanya merancang program produksi dan pengelolaan perikanan saja, namun juga mendesain pengelolaan wisata bahari.
"Ya selama ini nggak ada, sepertinya untuk yang satu ini di Natuna bakal dimulai dari nol, jadi akan ditentukan titik zonasinya dan kita akan beri rekomendasi ke Pemda, dalam mengoptimalkan status lahan dan akses ke sana," ujar Dinah
Menurutnya selain tambatan kapal-kapal layar wisata seperti yacht yang bisa disinggahi pelayar dari negara lain, pariwisata bahari seperti snorkeling, diving dan sebagainya bakal turut terstimulasi