Selasa, 7 April 2026

Pilwako Batam 2015

Ria Saptarika dan Asnah Makin Mesra tapi Belum Tentukan Partai Pengusung

Sudah banyak partai politik yang meminangnya. Sebut saja PDIP. Namun Ria belum mengambil keputusan.

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- "Pak boleh minta foto?," tanya seorang warga setengah memelas kepada Ria Saptarika, mantan Walikota Batam yang mengenakan kemeja lengan panjang warna cokelat itu, Minggu (22/3/2015) di Lapangan Sepak Bola Bengkong Laut.

Wajah dan kharismanya masih sama. Tetap melekat di benak warga. Kendati saat ini dia tak lagi menjabat orang nomor 2 di Pemko Batam.

Sepanjang wawancara singkat wartawan dengannya sore itu, ada saja beberapa warga yang mencuri-curi kesempatan berfoto dengannya.

Ria Saptarika, dahulunya Wakil Wali Kota Batam, kini anggota DPD RI asal Kepri.

Laki-laki ini akan kembali bertarung dalam pemilihan wali kota (Pilwako) Batam, Desember 2015 mendatang. Sudah banyak partai politik yang meminangnya. Sebut saja PDIP. Namun Ria belum mengambil keputusan.

"Ya, PDIP sudah dari awal-awal, tapi saya masih terbuka. Nggak komunikasi ke satu partai saja," kata Ria.

Tak punya perahu yang menjagokannya, membuat laki-laki ini berpikir jauh kedepan. Pasalnya untuk merebut kemenangan dalam Pilwako, tak dipungkirinya peran partai juga besar.

Sore itu, Ria hadir dalam pembukaan Open Turnament Asnah Centre Cup II. Diberi kesempatan berdiri di depan podium, sesekali diapun mengucapkan iyel-iyel sama seperti Sahabat Asnah lainnya.

Tak lupa menegaskan dukungannya kepada Asnah yang akan maju sebagai bakal calon Wali Kota Batam 2015-2020.

"Kehadiran saya di sini untuk memberikan dukungan komunikasi politik. Menindaklanjuti komunikasi politik saya dan Gerindra," ujarnya.

"Segala sesuatunya belum final. Asnah belum dapat mandat secara tertulis dari partainya. Saya juga belum punya perahu. Jadi komunikasi ini diteruskan saja. Mudah-mudahan menghasilkan sesuatu yang kita harapkan," sambung Ria.

Komunikasinya dengan Asnah masih mengalir. Sudah 2 kali Ria melakukan pertemuan dengan dewan pembina Gerindra, Saparudin Muda.
Kendati demikian belum ada kesepakatan. Bahkan untuk urusan posisi siapa Batam 1 dan Batam 2.

"Bicara keinginan nomor 1. Kalau di politik perlu bahas segala sesuatu. Partai pendukung. Tanpa partai pendukung juga tak bisa maju," ujarnya.

Diapun menegaskan, dalam keikutsertaannya di pilwako ini, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Sejauh berujung pada kemenangan, Ria tak terlalu mempersoalkannya.

"Mau Batam 1 atau Batam 2, segala kemungkinan bisa terjadi sejauh kalkulasinya berujung kemenangan," kata Ria.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved