Selasa, 7 April 2026

Nurdin Prihatin Banyak Warga Pilih Jadi Honorer Dibanding Swasta

Saya memang prihatin. Masih banyak warga kita yang berharap jadi honorer padahal peluang kerja dan peluang usaha besar kan

tribunnews batam/leo
Bupati Karimun Nurdin Basirun 

Laporan Tribunnews Batam M. Sarih

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Masih banyaknya warga yang berharap bisa mencari nafkah sebagai pegawai honorer dan pegawai negeri sipil (PNS) di Pemkab Karimun, membuat Bupati Karimun Nurdin Basirun sedikit gusar. Ini mengingat peluang usaha dan peluang kerja di sektor swasta saat ini semakin besar seiring pesatnya investasi yang masuk ke daerah ini.

Kegusaran Nurdin ini diungkapkan usai acara peresmian Posko Induk Kopi Sore (Komunitas Pilih Soerya Respationo) di Pamak Tebing, akhir pekan lalu.

"Saya memang prihatin. Masih banyak warga kita yang berharap jadi honorer padahal peluang kerja dan peluang usaha besar kan?" kata Nurdin kepada Tribun

Kegusarannya tersebut beralasan, sebab di beberapa kesempatan Nurdin mengaku kerap mendapat permintaan dari warganya agar anaknya atau warga bersangkutan bisa dijadikan pegawai honorer di pemerintahannya. Bahkan, saat acara itu juga terungkap dari beberapa ibu yang diberi kesempatan bertanya pada tanya-jawab dengan Soerya dan Nurdin.

"Pak, anak kami sulit sekali cari pekerjaan. Jadi honorer juga susah pak. Tolong lah dibantu anak-anak kami diangkat jadi honorer, pak," kata seorang saat acara yang dihadiri sekitar seribu orang di Pamak tersebut.

Saat menjawab pertanyaan tersebut, Nurdin menjelaskan bahwa menjadi pegawai honorer merupakan pekerjaan yang sudah kehabisan akal.

Nurdin melanjutkan jawabannya dengan berpesan agar warganya tidak lagi berharap bekerja sebagai honorer atau PNS, tetapi berusaha menciptakan peluang usaha atau bekerja di sektor swasta yang kini sedang tumbuh berkembang di daerah ini.

"Saya sering menyampaikan ini. Peluang usaha banyak pak, bu. Pekerjaan di swasta yang gajinya lebih tinggi juga banyak. Pesan saya, berusahalah mendapatkan peluang itu," pesan Nurdin.

Sejumlah warga mengatakan kenyataan masih banyak masyarakat lokal yang sulit mencari pekerjaan telah terjadi. Biasanya disebabkan karena kekuarangan keahlian yang dimiliki.

Tenaga kerja dari luar daerah dan tenaga kerja asing yang memiliki keahlian yang diikuti semakin tingginya persaingan membuat kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sulit didapatkan.

"Untuk membuka usaha juga sulit karena biasanya terkendala permodalan. Sementara untuk akses mendapatkan peluang usaha juga tertutup karena dikuasai dengan keluarga dan kerabat penguasa yang dekat dengan pihak swasta. Jadi wajar kalau warga masih berharap dapat kerja honorer seperti itu," kata warga.

Permasalahan lainnya, kata warga lainnya, keahlian yang dimiliki tidak sesuai dan bahkan kalah saing dengan pekerja dari luar daerah.

"Solusinya seharusnya ada di pemerintah daerahnya. Perhatian pemerintah untuk meningkatkan keahlian warganya ini juga yang masih sangat kurang," kata warga lainnya.

Tags
Karimun
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved