"Tidak Pernah ada Kondom Bekas Ditemukan di situ”
Tidak pernah ada plastik kondom bekas ditemukan di situ. Apalagi ada anak kecil yang meniup plastik kondom seperti balon. Itu karangan dia saja
Laporan Tribunnews Batam Thomm Limahekin
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Para mahasiswa Anambas yang digerebek warga dan Satpol PP Tanjungpinang di rumah kos Gang Satria, Jalan Pemuda, RT 01/RW 09 Tanjung Ayun Sakti, Sabtu (11/4/2015) lalu, mengaku tidak pernah melakukan perbuatan tidak senonoh di tempat tersebut.
Para mahasiswa yang umumnya berasal dari Kabupaten Kepulauan Anambas itu membantah tuduhan warga yang menyatakan bahwa mereka tidur berpasangan saat digerebek. Pada saat itu, mereka tidur di kamar masing-masing, bukan berpasang-pasangan.
Seorang mahasiswa bernama Tomi mewakili kawan-kawannya mengatakan, peristiwa itu membuat mereka syok karena para mahasiswa yang tinggal di tempat kos itu tidak pernah melakukan hal-hal yang dituduhkan. Tomi mengakui, pemilik kos memang tidak memisahkan peruntukan kamar tersebut, antara laki-laki dan perempuan.
Namun, dirinya menjamin bahwa mahasiswa Anambas tidak pernah melakukan perbuatan amoral di tempat kos tersebut. Sebab, ia pernah tinggal di tempat kos yang digerebek itu dan dia tahu bagaimana mereka tinggal di situ.
"Penghuni rumah kos tersebut, ada yang pria dan ada juga yang wanita. Tapi mereka memiliki kamar masing-masing. Kami seperti saudara karena kami sama-sama kuliah di Tanjungpinang ini. Kami akrab dan sering makan bersama-sama. Tapi kami selalu menjaga pergaulan kami dengan baik" ungkap Tomi.
Menurut Tomi, semua informasi yang diberikan oleh warga dan Ketua RT/RW setempat tidak benar. Karena itu, dirinya kemudian angkat bicara untuk meluruskan apa yang disangkakan kepada mereka.
Tomi sendiri masuk daftar nama yang dipegang oleh Ketua RT sebagai penghuni rumah kos tersebut. Padahal, dia sendiri sudah tidak tinggal di rumah tersebut sejak tiga bulan lalu. "Memang di rumah kos itu dulu pernah ada pasangan yang ditegur. Tetapi mereka kemudian keluar dari tempat kos tersebut. Saya tahu semua karena saya pernah tinggal di situ," kata Tomi.
Tomi menyampaikan hal itu kepada Tribun , Senin (13/4 karena kasihan terhadap kawan-kawannya yang syok oleh penggerebekan tersebut. Ia meminta kepada Satpol PP untuk menjelaskan, apa benar para mahasiswa yang ditangkap itu sedang tidur berpasang-pasangan.
"Saat Satpol PP datang, penghuni kos itu tidak tidur berpasangan dalam kamar. Mereka sedang tidur di kamar masing-masing. Mereka tidak tahu apa-apa, langsung disuruh naik ke mobil patroli," kata Tomi lagi.
Tomi juga membantah pernyataan Ketua RT 01 Suwarni tentang penemuan plastik kondom bekas di sekitar halaman kos. Mahasiswa tersebut memastikan bahwa apa yang dituturkan oleh Ketua RT itu fitnah. Bahkan dirinya menantang Suwarni untuk membuktikan.
"Tidak pernah ada plastik kondom bekas ditemukan di situ. Apalagi ada anak kecil yang meniup plastik kondom seperti balon. Itu karangan dia saja," tambah Tomi lagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pasangan-kumpul-kebo-mahasiswa-tanjungpinang-1_20150412_074848.jpg)