Rabu, 8 April 2026

Pemkab Meranti Minta Bank Riau Kepri Buka Gerai di Desa-Desa

"Gerai desa sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat setempat. Seperti bisa langsung dilakukan kas atau simpan-pinjam oleh warga setempat,” katanya.

Tribunnews Batam/hadi maulana
Kepala Cabang Bank Riaukepri Sei Panas, Irianto terlihat serius saat menyapa salah satu nasabah yang melakukan transaksi di Bank Riaukepri Sei Panas, Rabu (8/4/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Leo

TRIBUNNEWSBATAM.COM, MERANTI - PT Bank Riau Kepri menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Harmoni, Batam, Rabu (22/4/2015).

RPUS yang digelar dihadiri sejumlah kepala daerah dari kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau dan Kepri.

Pada kesempatan itu, Bupati Kepulauan Meranti, Riau, Irwan Nasir hadir di acara tersebut.

Seusai rapat, Irwan mengusulkan gerai Bank Riau Kepri tersebut ada di seluruh desa se-Kepulauan Meranti.

Kepala Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Meranti, Bambang Suprianto memaparkan, usulan Bupati Meranti tersebut didorong minimnya fasilitas perbankan di desa-desa..

"Gerai desa sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat setempat. Seperti bisa langsung dilakukan kas atau simpan-pinjam oleh warga setempat,” katanya.

Ditambahkan, usulan tersebut juga selain disampaikan kepada pihak bank, juga disampaikan kepada Plt Gubernur Riau saat ini.

“Terlebih saat ini baru ada satu cabang Bank Riau Kepri dengan dua cabang pembantu di Kabupaten Kepulauan Meranti,” terang Irw

Selain bisa bermanfaat menjangkau masyarakat pedesaan, juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah khususnya usaha kecil dan menengah.

"Kehadiran Gerai Bank Riau Kepri di setiap desa itu, nantinya diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan pinjaman modal usaha serta memberikan informasi produk perbankkan lainnya," tambahnya.

Dalam RUPS itu, Kepulauan Meranti mendapatkan laba sebesar sekitar Rp 10,3 miliar untuk 2014 lalu.

“Tahun 2015 ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akan kembali menambah penyertaan modal di Bank Riau Kepri menjadi Rp 50 miliar. Namun kami masih menunggu persetujuan dan pengesahan dari pihak Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK, red),” kata Bambang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved