Mencari Keluarga Kandung Akbar
Ini Pekerjaan Kedua Orangtua Akbar yang Membuat 3 Anaknya Terlantar
Ibunda Akbar, Cui Chin bersama suami keduanya, Juandi, selama ini mencari nafkah dengan bekerja pembantu rumah tangga (PRT) di Singapura.
Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Ibunda Akbar, Cui Chin bersama suami keduanya, Juandi, selama ini mencari nafkah dengan bekerja secara ilegal sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di Singapura.
Mereka menggunakan paspor pelancong untuk bisa masuk ke Singapura.
Agar terhindar razia, keduanya keluar masuk Singapura dua kali dalam sebulan.
Selama mereka di Singapura, Akbar dan kedua adiknya dititipkan di Panti Asuhan.
Namun, Akbar tak betah tinggal di panti hingga akhirnya kerap keluar dari panti asuhan dan bermain di luar.
"Kita berdua masuk keluar Singapura bareng. Saat kita pulang Akbar tak ada kita juga berusaha mencarinya," ungkap Cui Chin, Minggu (17/5/2015) di RS Awal Bros.
Saat ditemui di RS Awal Bros, Cui Chin ditemani suaminya, Juandi.
Hanya saja, Juandi memilih diam.
Bambang, relawan yang merawat Akbar selama di rumah sakit menuturkan, menurut Juandi sang ibu terlalu memanjakan si anak.
"Kata suaminya (Juandi) Akbar ini terlalu dimanja. Jadinya gitulah," ungkap Bambang.
Bambang pun menyayangkan selama anaknya hilang tiga bulan orangtuanya tak melaporkan ke Polsek setempat.
Meski usaha untuk mencarinya sudah dilakukan.
"Dia ini sudah sering cari. Pernah ada info kalau sedang di Masjid Raya, ia pun terus mencarinya. Begitu juga di daerah Batuaji dan tempat lain. Namun kadang pada saat mencari, kedua orangtuanya ini masuk ke Singapura karena dipanggil bekerja," tambahnya.
Minggu malam (17/5/2015), keduanya melaporkan ke unit pelayanan Polantas Polresta Barelang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/akbar-korban-lakalantas-tanpa-keluarga-kandung-1_20150518_140136.jpg)