Breaking News:

TV Online Tribun Batam

NEWSVIDEO: Prostitusi Massage Flamboyan Dijajal Dijaringan Kaskus

Prakteknya trafis yang ada di massage Flamboyan yang rata-rata dibawah umur ini dapat dibooking melalui media online. Mereka buka iklan di kaskus

Editor:

Laporan Reporter Tribunnews Video, Hadi Maulana

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Terbongkarnya prostitusi online yang berkedok panti pijat, yakni massage flamboyan yang berada di komplek pertokoan Paradise Nagoya atau tepatnya di depan diskotik Newton atau P2, setelah Jajaran Polresta Barelang menelusuri jaringan tersebut disitus kaskus.

Situs kaskus yang kerap diluhat banyak orang dengan berbagai informasi yang positif ternyata dimanfaatkan pihak massage flamboyan. Dalam prakteknya pengelola memasang iklan menyediakan perempuan-perempuan muda dengan harga minimal Rp700 ribu rupiah.

Dan dari data itu Satreskrim Polresta Barelang langsung melakukan investigasi ke lokasi tersebut.

"Prakteknya trafis yang ada di massage Flamboyan yang rata-rata dibawah umur ini dapat dibooking melalui media online. Mereka buka iklan di kaskus," kata Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin, Kamis (21/5/2015).

Asep mengaku dari hasil penggerebekan itu, Satreskrim Polresta Barelang mengamankan lima pelaku, masing-masing Neni selaku pemilik Flamboyan Massage, Devi selaku kasir, Deni selaku Papi, serta dua warga negara Singapura yang memakai jasa mereka yakni Poh Soon Seng dan Fo Cher Soon.

Sementara empat anak dibawa umur yang dijadikan pekerja seks komersial, yakni masing-masing Be (17), Li (16), Eg (16) dan Ri (14). Bahkan BI dab LI diamankan saat di booking Poh Soon Seng dan Fo Cher Soon.

Dari keempat anak yang berasal dari Jawa Barat itu ditemukan kartu indentitas yang usianya telah dipalsukan. Namun saat ditelusuri ke pihak keluarganya, diketahui keempat perempuan muda tersebut masih berusia di bawah 18 tahun.

"Mereka memang mengaku ingin kerja di batam dan mereka memanh di bawah umur setelah kami melakukan kontak dengan orang tua mereka," terang Asep.

Neni, pemilik Flamboyan Massage mengaku memang mencari perempuan ke daerah Jawa Barat untuk dipekerjakan di massage miliknya.

"Ada kawan yang nyodorin anaknya, umurnya 16 tahun. Kata orangtuanya dia di Jawa memang telah bekerja seperti ini juga. Dari pada buat malu keluarga disuruh saya bawa," kata Neni.

Dari setiap transaksi, Neni mengaku mendapatkan bagian sebanyak 40 persen. Sedangkan 60 persen lagi diberikan kepada si pekerja seks komeraial itu sendiri.

Dan saat ini, pelaku dijerat pasal 2 Jo pasal 6 Jo pasal 10 Jo pasal 12 UU No. 21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan anak (Traficking) Jo pasal 81 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved