Dapat Keluhan Soal Ruli, Pemko Batam: Perlu Dinas Khusus Perumahan
"Karena melihat mereka bangun rumah-rumah begitu di depan tempat usaha kita, terpaksalah kita kasih uang supaya pindah,"anggota Kadin Batam.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Permasalahan lahan menjadi topik hangat yang dibincangkan oleh anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam dan Pemko Batam di acara Coffee Morning, Jumat (5/6/2015) pagi.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemko Batam, Syuzairi kebanjiran usulan serta kritikan soal lahan dari sejumlah pengurus Kadin Batam.
Jannes, Wakil Ketua Bidang Industrial mengatakan banyaknya rumah liar (ruli) yang menduduki lahan-lahan kosong di Batam merupakan akibat dari ledakan penduduk.
"Karena melihat mereka bangun rumah-rumah begitu di depan tempat usaha kita, terpaksalah kita kasih uang supaya pindah. Sekarang masih ada dua lagi yang belum pindah. Menurut Pemko bagaimana seharusnya mengatasi hal ini," tanya Jannes.
Syuzairi berpendapat, untuk mengeliminir ruli di Batam diperlukan dinas atau badan khusus yang menangani perumahan.
Apalagi saat ini, kecenderungan masyarakat dengan sengaja menempati lahan yang memang dilarang.
"Sekarang sudah diplang saja, malah itu yang dipakai untuk bangun rumah bermasalah. Kebanyakan masyarakat itu mengatasnamakan atau berlindung pada negara. Lahan inikan milik negara, selalu begitu," ucap Syuzairi.
Ditambah lagi, lengahnya pengawasan dari pemerintah menyebabkan menjamurnya rumah bermasalah atau ruli itu.
"Sejauh ini pemerintah masih minim pengawasan. Harusny ketika sudah ada masyarakat yang memancang rumah di lahan orang, maka langsung ditertibkan. Makanya perlu dinas atau badan khusus dan isinya harus orang-orang yang memahami soal perumahan," ucap Syuzairi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/90-personel-ditpam_20150412_135511.jpg)