Jumat, 10 April 2026

Tragedi Penusukan di Pengadilan Agama

Adik Rahmat Nangis Ambil Surat Jenazah Kakaknya "Maaf Merepotkan Pak"

"Pak saya minta maaf kalau ada salah dan merepotkan bapak," ujar Dian, adik pelaku Rahmat kepada anggota Polsek Sekupang.

tribunnews batam/argianto
Rahmat, pelaku penikaman istrinya, Sri Astuti, dan kakak iparnya, Umi Khoriah, terbaring di RSBP, Sekupang, setelah kejadian penusukan di Pengadilan Agama (PA) Batam, Kamis (11/6/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Hari ini, Sabtu (13/6/2015), adik almarhum pelaku Rahmat bernama Dian (28), tampak datang di Polsek Sekupang.‎

Bersama rekannya Subhan, ia datang untuk minta surat keterangan pengambilan jenazah Rahman yang tewas setelah tiga hari dirawat di RSBP pasca tragedi penusukan istrinya, Sri Astuti, dan kakak iparnya, Umi Khoirah.

Rencananya, besok Minggu (14/6/2015), jasad Rahmat akan diterbangkan dari Batam ke Bandara Juanda, Surabaya, untuk dimakamkan di kampung halamannya Malang, Jawa Timur.

Saat meminta surat ke polisi, sesekali Dian menangis.

"Pak saya minta maaf kalau ada salah dan merepotkan bapak," ujar Dian kepada anggota Polsek Sekupang.

Almarhum Rahmat dilarikan ke RSBP usai kejadian, Kamis (11/6/2015), karena ulah yang menusuk perutnya sendiri setelah menusuk istri dan kakak iparnya.

Usus Rahmat terburai karena tusukan sangkur yang dilakukannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved