Tongkang Tabrak Pelantar Kampung Bugis

Walikota: Akeng! Cepatlah Bawa Crane. Angkat Reruntuhan Pelantar

Saya minta mereka untuk membongkar runtuhan pelantar ini sekarang supaya tidak mengganggu aktivitas warga di sini,

Tribun Batam/Thom
Sebuah alat berat mengavakuasi pelantar yang jatuh ke laut setalh ditabrak tongkang 

Laporan Tribun Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah sedikit kesal dengan sikap PT Bahtera Bestari Shipping (BBS), yang dinilai lambat mengangkat beberapa unit sepeda motor dan mengevakuasi ruang tunggu Pelantar Panjang Kampung Bugis yang sebelumnya ditabrak oleh tongkang perusahaan tersebut, Minggu (21/6/2015) siang.

Ia pun langsung menelepon Akeng, staf PT BBS agar segera mendatangkan mesin 'crane' untuk mengangkat runtuhan, ruang tunggu pelantar dari dalam laut beserta sepeda motor warga yang ikut tercebut.

"Akeng, Akeng, cepatlah bawa crane ke sini. Jangan lama-lama di situ," kata Lis melalui telepon seluler dengan orang di seberang yang diketahui bernama Akeng.

Lis pun mengakui kapal tongkang yang menabrak pelantar itu adalah milik PT BBS. Pemilik perusahaan tersebut ialah Hengky Suryawan, seorang pengusaha terkenal di Tanjungpinang.

"Saya minta mereka untuk membongkar runtuhan pelantar ini sekarang supaya tidak mengganggu aktivitas warga di sini," ungkap Lis tegas.

Setelah ditelepon Lis, PT BBS langsung mengirim 1 unit kapal tongkang yang dipandu tug boat ke lokasi pelantar.

Di atas tongkang tersebut terdapat sebuat alat berat bermerk Kobelco. Alat berat itulah yang dipakai untuk mengevakuasi sepeda motor dan runtuhan ruang tunggu pelantar.

Menurut Lis, insiden tabrakan tersebut diduga terjadi akibat alur pelayaran yang begitu sempit di antara Kampung Bugis dan Pelantar II Tanjungpinang.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved