Perompakan Tanker Berbendera Malaysia

Ini Isi Kapal Perompak Internasional yang Ditemukan di Batam

Kapal TB Meulaboh yang digunakan para perompak untuk menggasak tanker MT Okrim Harmony berbendera Malaysia berisikan beberapa barang bukti.

tribunnews batam/wafa
Penglima Armada Bagian Barat (Pangamabar) Laksamana Muda A Taufik R menunjukan foto kapal perompak di aula kantor Guskamlabar Batam Center, Selasa (30/6/2015) 

Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa

TBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Kapal TB Meulaboh yang digunakan para perompak untuk menggasak tanker MT Okrim Harmony berbendera Malaysia berisikan beberapa barang bukti.

Penglima Armada Bagian Barat (Pangamabar) Laksamana Muda A Taufik R di aula kantor Guskamlabar Batam Center, Selasa (30/6/2015) siang menjelaskan, dari dalam kapal TB Meulaboh, yang diamankan pihaknya ditemukan beberapa bendera berbagai negara.

Bendera tersebut di antaranya dari Indonesia, Malaysia, Vietnam, Singapura dan masih banyak bendera negara lain.

Barang bukti lain yang juga ditemukan adalah peta yang diduga digunakan sebagai petunjuk arah pergerakan pelaku.

"Bisa kita lihat bahwa disana ada berbagai macam bendera. Itu artinya jika dia masuk perairan Indonesia, maka bendera Indonesia mereka tarik. Kalau mereka masuk negara Malaysia, mereka tarik bendera Malaysia. Begitu juga kalau dia masuk ke perairan negara lain," ujar Taufik.

Dari barang bukti di kapal TB Meulaboh ini, menurut Taufik, rute operasi perompak pun diduga jaringan internasional perompak yang berada di selat Malaka.

Diberitakan sebelumnya, pembajakan MT Okrim Harmony yang hilang sejak (11/6/2015) lalu berhasil diamankan oleh aparat keamanan laut Vietnam setelah berkoordinasi dengan sejumlah otoritas keamanan laut dari beberapa negara seperti Malaysia, Singapura dan Komando Armada Bagian Barat (Koarmabar) Indonesia pada (12/6).

Jumlah awak kapal MT Okrim Harmony sebanyak 22 orang.

Dalam koordinasi penangkapan MT Okrim yang memasuki wilayah barat perairan NKRI ini sebelumnya diperkirakan masuk perairan Natuna, Kepri.

Namun setelah beberapa negara mengetatkan dan meningkatkan operasi serta pencarian kapal di perairan Vietnam berhasil mengamankan 8 orang perompak beserta tawananya.

"Tak mudah untuk menangkap kapal tersebut. Hingga ABK yang berasal dari Indonesia ditembak lantaran upaya perlawanan terhadap perompak," ujar Taufik lagi.

Terdapat 13 anggota perompak yang melakukan pembajakan MT Okrim Harmony. Delapan diantaranya saat ini sudah diamankan di Vietnam.

Dalam penyergapan yang dilakukan olah satuan keamanan laut Vietnam, satu dari beberapa ABK adalah warga negara Indonesia. Dia tertembak di bagian kakinya.

"Kita pun telah cocokan dengan temuan kapal MT Meulaboh dengan keterangan pelaku di Vietnam. Ternyata benar, memang mereka beraksi menggunakan kapal tersebut," ungkapnya lagi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved