Minggu, 14 Juni 2026

Dipaksa Buka Kelas 2 Shift, Keunggulan SMAN 1 & 3 Batam Tinggal Kenangan

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam Muslim Bidin mengaku dibuat tak perdaya soal Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Tayang:

Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa

TRIBUNNEWSBATAM.COM,BATAM- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam Muslim Bidin mengaku dibuat tak perdaya soal Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Pasalnya, praktek percaloan memasukan siswa di sekolah unggulan terus berlangsung dan tidak bisa dihindari lagi.

Bahkan Muslim Bidin mengaku, tahun ini paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,

Akibatnya, dua sekolah negeri unggulan di Kota Batam yakni SMAN 1 dan 3 yang daya tampungnya sekitar 260 siswa per penerimaan, kuotanya menjadi dua kali lipat.

Alhasil, anak-anakpun dipaksa belajar menjadi dua sift pagi dan sore.

"Dua sekolah unggulan dibuat hancur, SMAN 1 dan SMAN 3. Ini menjadi pengaruh buruh out put pendidikan di kota Batam," kata Muslim di Sekupang, Senin (27/7/2015).

Dia mengatakan, dari jumlah kuota yang disediakan di dua SMA itu, diperkirakan hampir 100 persen lebih dari kuota yang ada untuk menambahkan jatah bangku siswa.

"SMAN 1 hingga sampai double sift. Ini merupakan yang pertama sekolah unggulan ada dua sift. Jelas ini berbenturan dengan Perda yang sudah ada," terangnya lagi.

Muslim mengatakan fenomena itu lantaran desakan masyarakat yang luar biasa untuk memaksakan anaknya belajar di sekolah negeri, khususnya sekolah unggulan.

Hal itu, menurutnya, tidak lepas dari intervensi dari luar yang tidak dapat dibendung lagi.

"Tekanan dan intervensi dari luar, memang luar biasa. Ini membuat kita tak bisa apa-apa," katanya.

Menurutnya, banyak oknum yang sengaja memasukkan anaknya melalui calo kepada kepala sekolah.

Terlebih lagi sekolah unggulan, intervensi dari pihak luar yang memiliki kekuatan dan jabatan memaksa saudara maupun anaknya masuk ke sekolah yang dituju.

"Banyak laporan dari kepala sekolah kita yang kualahan dalam menerima siswa baru. Sekarang saya contohkan, ada orang kuat datang ke sekolah untuk mendaftarkan diri, ketika ditolak, ngamuk dia," ujarnya lagi.

Ia mengaku, jika kondisi ini akan terus berjalan hingga beberapa tahun yang akan datang, dua sekolah unggulan di Batam ini hanya tinggal kenangan. Mengingat, status sekolah tersebut yang sudah tercatat di tingkat nasional sebagai sekolah dengan sistem terbaik perlahan akan hilang.

"Mereka ingin daftar ke sekolah unggulan karena jelas sudah tercatat di beberapa universitas unggulan di Indonesia sebagai sekolah memiliki kualitas hasil pendidikan terbaik. Dan banyak dari sekolah itu dapat melanjutkan ke perguruan unggulan di Indonesia," kata Muslim.

Jelas, kondisi saat ini akan berpengaruh pada dua sekolah tersebut. Sistem pembelajaran secara double sift sangat memengaruhi kondusifitas belajar mengajar.

Terlebih lagi bagi mereka sift dua, mereka harus belajar dari pukul 14.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB.

"Pencapaian pendidikan itu dari Input yang akan memengaruhi out put-nya. Jelas kalau belajar sudah tidak kondusif karena proses awal dari input penerimaan Siswa, nantinya akan berdampak buruk pada kualitas lulusanya. Kalau ini terus berlanjut. Pasti tinggal nama saja sekolah unggulan di Batam," tambahnya.

Ia mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meratakan jumlah siswa di semua sekolah. Baik itu negeri maupun swasta.

Pada PPDB kali ini, penyerapan siswa jauh dari yang diharapakan.

"Cuma sepersekian persen yang masuk ke swasta. Saya sempat tanya kepada beberapa sekolah swasta. Tahun ini mereka hanya dapat 2 siswa sampai 20 siswa untuk satu sekolah. Di luar dari sekolah Yosudarso, Modial dan Kartini. Sekolah swasta yang lain sangat minim,"urainya.

Ia menambahkan sistem penerimaan sudah diprogram sedemikian rupa agar sekolah swasta dan negeri dapat dengan rata memiliki peserta didik‎ yang cukup.

Namun kondisi di lapangan menunjukan desakan masyarakat dengan campur tangan oknum-oknum kuat dibelakangnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved