Iihh, Ada Jentik Nyamuk Di Galon Air Minum Milik Warga di Natuna
"Kok bisa didalam air galon isi ulang itu ada jentik nyamuk beberapa hari lalu. Saya lihat secara langsung masih hidup jentik nyamuknya.
Laporan Tribun Batam, M Ikhsan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, NATUNA - Beberapa warga mengeluhkan kualitas depot air minum yang biasa mereka konsumsi di Ranai, Kabupaten Natuna.
Produk air galon yang biasa dijual ke masyarakat tersebut, dipertanyakan kelayakannya.
Yuliarti, warga Jalan Soebrantas, Ranai mengatakan ia sempat mendapati jentik nyamuk di dalam air minum galon yang baru dibelinya di Batu Hitam.
"Kok bisa didalam air galon isi ulang itu ada jentik nyamuk beberapa hari lalu. Saya lihat secara langsung masih hidup jentik nyamuknya. Bagaimana ya cara penyaringannya," ujar Yuliarti, Selasa (28/7/2015).
Kondisi yang sama pun dialami oleh rekan sejawatnya yang bekerja di salah satu BUMN.
"Iya teman saya juga pernah dapat jentik nyamuk. Itu pun dia beli di depot yang lain. Nggak tahu apa musim penghujan air PDAM itu diendapkan dulu, atau gimana. Yang jelas kami mempertanyakan kualitas depot air minum di Ranai ini, memang sih nggak semua, tapi kan kita jadi ragu untuk mengkonsumsi," ujar Yuliarti.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinkes Natuna, Syamsu Rizal mengatakan sampel air minum setiap depot selalu diuji di laboratorium Balai Teknis Kesehatan Lingkungan (BTKL) di Batam, BTKL ini punya sertifikat ISO dalam hal pemeriksaan.
Sebelumnya terdapat 40 lebih depot air minum isi ulang di Natuna, namun hanya 10 depot yang dianggap memenuhi standar kesehatan.
"Kami menempelkan hasil pengujian terhadap depot, jika nggak ada tempelan itu berarti nggak ada pengujiannya, masyarakat bisa memilah," ujarnya.
Pihaknya pun sudah menyurati depot-depot yang belum memenuhi standar kesehatan. Bahkan merekomendasikan usaha untuk tutup sementara, sebelum aspek-aspek kesehatan dipenuhi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dok-ilustrasi-jentik-nyamuk_20150728_191433.jpg)