Sabtu, 25 April 2026

Wali Murid SMAN 1 Tak Ingin Siswa Unggulan dan Titipan Disamakan

Wakil Wali Kota Batam Rudi kumpulkan wali murid pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2015 ‎SMAN1 Batam di Gedung pertemuan SMAN 01.

tribunnews batam/wafa
Pertemuan antara Wakil Wali Kota Batam Rudi (baju dinas) dengan wali murid SMAN 1 Batam, Senin (2/8/2015). 

Namun wanita ini tetap bersikeras menyampaikan keinginannya.

Situasi saat itu sedikit memanas, wali murid PPDB online yang berjumlah 216 siswa tetap menginginkan anaknya diprioritaskan.

"Solusi-solusi yang ditawarkan (Rudi-red) seolah dipaksakan. Anak kita tetap diprioritaskan. Karena anak saya masuk dengan nilai tinggi sesuai konsep sekolah unggulan,"ungkap wali murid yang lain.

Sementara itu, dari wali murid titipan mengatakan bahwa semestinya tak ada pembedaan diantara siswa yang menurutnya sudah terlanjur diterima sebagai siswa.

"Gak bisa dibedakan. Semua punya hak yang sama. Kalau sudah begini ibaratnya nasi sudah jadi bubur, yang penting pihak sekolahan segera mengimbangi sarana prasarana serta ruang kelas yang memadai," tutur Haryo, wali murid siswa titipan.

Namun lebih lanjut Haryo mengatakan proses untuk masuk anaknya ke SMA 1 tidak melalui calo. Ia pun memastikan tak ada sepeserpun uang yang diberikan kepada oknum dengan harapan anaknya dapat diterima di SMAN 1.

"Kita gak bayar uang-uang pelicin," ujarnya lagi.

Saat Rudi memutuskan untuk semua masuk pagi, beberapa wali murid mengaku masih ragu mengenai kebijakan apa yang sebenarnya diterapkan oleh Rudi beserta Kepala Dinas Muslim Bidin dan Kepala Sekolah SMA N 01 Muhamad Chaidir.

"Namanya keputusan semua pihak pasti ada salah satu yang tidak terima. Saya kumpulkan tadi ini kita kan kumpulkan semua. Kita akomodir semua. Kalau untuk yang 216 tidak diganggu gugat, ya tak masalah," ungkap Rudi kepada wartawan saat hendak meninggalkan SMAN 01.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved