Kekerasan Masa Orientasi Sekolah
Hesti: MOS di Sekolah Bukan Ajang 'Unjuk Gigi' Senior
"Seharusnya ada pengawasan terhadap anak-anak ini. Kalau sekarang kan tidak, para guru diruangan, sedangkan siswa dibiarkan saja dengan seniornya. Ini
Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bintan, Hesti Gustrian meminta kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan untuk segera mengusut dugaan pengeroyokan pelajar yang dilakukan oleh seniornya di SMP Negeri 11 Tanjunguban, Bintan.
Menurutnya, kejadian tersebut tidak boleh terulang lagi dimasa yang akan datang.
"Kita meminta kepada dinas Pendidikan untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, supaya tidak terjadi lagi," sebut Hesti kepada awak media, Selasa (4/8/2015) siang.
Ia juga mengatakan, banyak yang salah mengartikan kegiatan masa orientasi siswa (MOS) disekolah.
Para siswa lebih mengarahkan kegiatan tersebut, merupakan kegiatan hukum- menghukum dan aksi 'Unjuk Gigi' senior. Seharusnya, kegiatan tersebut diisi dengan pengenalan sekolah dan lebih dekat kepada tenaga pengajar.
Selain itu, kegiatan MOS disekolah sering tak terpantau oleh majelis guru. Semua pengajar lebih mempercayai siswa baru ditangani oleh para seniornya.
"Seharusnya ada pengawasan terhadap anak-anak ini. Kalau sekarang kan tidak, para guru diruangan, sedangkan siswa dibiarkan saja dengan seniornya. Ini yang harus diubah," tambahnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Muhammad Arif Husen (13), pelajar SMPN 11 Tanjunguban, Bintan sempat mengigau dan memanggil nama-nama rekannya.
Hal itu diungkapkan Orangtua korban, Dodi Kuswanto (38) saat ditemui Tribun Batam dikediamannya, Senin (3/8/2015).
Ketika itu,jelasnya, korban bercerita kalau dirinya dikeroyok oleh tiga orang murid yang memakai seragam sekolah.
Ketiga murid tersebut bukanlah teman satu kelompoknya saat mengikuti masa orientasi siswa (MOS).
"Dari sekolah SD anak saya, cuma dia saja yang masuk ke sekolah itu. Jadi teman-temannya yang lain tidak ada. Saya sempat tanya sama dia, kalau dia itu dipukul sama tiga orang. Satu megang tanganya, satu menutup matanya dan satu lagi menendang perutnya," sebut Dodi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/almarhum-muhammad-arif-husen-saat-berada-di-tempat-pemakaman-umum_20150803_182631.jpg)