Jangan Jadikan MOS Sebagai Ajang Balas Dendam Senior ke Junior

anak. Jangan pula dijadikan ajang balas dendam bagi pelajar yang sudah senior kepada pelajar yang baru masuk

Istimewa
Ilustrasi Masa orientasi siswa 

Laporan Tribun Batam, Septyan Mulia Rohman

TRIBUNNEWSBATAM.COM, ANAMBAS - Pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS) yang disertai perploncoan, mengundang keprihatinan semua pihak.

Untuk itu, Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kabupaten Kepulauan Anambas, Hendriko Mulyadi Hutapea menyarankan pelaksanaan MOS yang dilakukan pada setiap sekolah, hendaknya mendapat pengarahan dari guru sekolah.

Hal ini penting, untuk meminimalisir munculnya insiden yang tidak diinginkan.

"Kami melihat, perlunya pengarahan dari guru. Jangan sepenuhnya diserahkan kepada pelajar. Sekolah pun harus bertanggungjawab bila terjadi pelanggaran, seperti kekerasan, intimidasi, dan bisa dipidanakan," ujarnya Selasa (4/8/2015).

Pihaknya pun menambahkan, pelaksanaan MOS seharusnya menjadi masa yang menyenangkan bagi para siswa baru.

Sejumlah hal, seperti pengenalan lingkungan dengan cara yang menarik, menurutnya dapat menjadi salah satu cara untuk menumbuhkembangkan semangat si anak untuk sekolah.

"Harusnya seperti itu. Artinya, jangan sampai menjadi momok bagi si anak. Jangan pula dijadikan ajang balas dendam bagi pelajar yang sudah senior kepada pelajar yang baru masuk," terangnya lagi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved