Anggaran Transportasi Pelajar Anambas Tidak Ada, Puluhan Orangtua Protes
sebanyak 55 orangtua yang anaknya tengah menempuh pendidikan di SMPN 2, Sunggak Kecamatan Jemaja
Laporan Tribun Batam, Septyan Mulia Rohman
TRIBUNNEWSBATAM.COM, ANAMBAS - Jasa transportasi pelajar sekolah yang tidak bisa dianggarkan oleh pemerintah daerah, mulai memicu beragam reaksi di masyarakat.
Oleh karena itu, sebanyak 55 orangtua yang anaknya tengah menempuh pendidikan di SMPN 2, Sunggak Kecamatan Jemaja memohon agar dana transportasi pelajar dapat diberikan kembali.
Keluhan mereka ini pun, disampaikan melalui surat pernyataan yang ditandatangani oleh puluhan orangtua murid, Ketua Komite sekolah, serta tiga Kepala Desa (Kades) yakni Kades Sunggak, Kades Keramut, serta Kades Impol.
Dalam surat pernyataan dengan nomor 143/KOMITE/07.15 itu, orangtua murid merasa keberatan, bila harus memberikan uang transportasi kepada anak mereka sebesar Rp 24 ribu per pelajar setiap harinya.
Mereka meminta agar surat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas nomor : 980/DIK.KKA/06.15 per tanggal 12 Juli 2015 perihal penghentian transportasi siswa untuk dapat dikaji ulang.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas Herianto yang dikonfirmasi mengenai hal ini, tidak menampik adanya surat yang masuk dari Komite sekolah tersebut.
"Memang benar. Ada surat masuk ke kami. Dalam surat tersebut, selain ditandatangani oleh Ketua Komite dan orangtua murid, juga ditandatangani oleh tiga Kepala Desa," ujarnya Kamis (6/8).
Herianto pun menjelaskan, anggaran untuk transportasi siswa terpaksa tidak dapat direalisasikan, mengingat kondisi keuangan yang dikabarkan mengalami defisit.
"Terpaksa seperti itu, baik transportasi laut maupun di darat. Memang anggarannya tidak ada, kalau ada, sudah pasti disetuju baik oleh dewan maupun TAPD. Karena, mereka berpikir itu penting," ungkapnya.(*)