Oknum DPRD Karimun Diduga Ancam Wartawan
Zainal mengaku, Ia dan enam kawannya diancam akan “dihabisi” oleh Za saat dirinya melakukan tugas peliputan aktivitas bongkar muat kapal Za
Laporan Tribun Batam, Rachta Yahya
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN – Zainal Abidin Mohan (46), wartawan iNews (grup MNC Media, red) melaporkan Za, oknum anggota DPRD Kabupaten Karimun ke Mapolres Karimun, Rabu (26/8/2015) siang, dengan laporan pengancaman saat melakukan tugas peliputan.
Zainal mengaku, Ia dan enam kawannya diancam akan “dihabisi” oleh Za saat dirinya melakukan tugas peliputan aktivitas bongkar muat kapal Za di sekitar perairan Coastal Area, Selasa (25/8/2015) sore sekitar pukul 14.00 WIB.
Ancaman itu, disebut Zainal selain disaksikan kawan-kawannya juga diduga didengar oleh sejumlah pegawai Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun, mengingat kejadiannya di dalam ruang tunggu KSPO Tanjungbalai Karimun.
“Banyak saksinya, tidak hanya saya dan sejumlah kawan-kawan media tapi pegawai KSOP juga dengar, dia (Za, red) ancam kami. Ia mengancam akan habisi kami. Dia juga sempat mau bawa kami ke mobilnya, tak tahu mau apa tapi tak jadi. Dia juga sempat nyinggung-nyinggung perihal ijazah pak bupati, kenapa kalian tak ada satupun yang berani beritakan, kenapa saya yang kalian ganggu,” ujar Zainal di Mapolres Karimun.
Dikatakan Zainal, dugaan pengancaman itu bermula saat ia dan sejumlah kawan-kawan media melakukan peliputan terkait dugaan aktivitas bongkar-muat di jalur pelayaran.
Saat dikonfirmasi kepada Za melalui sambungan telepon seluler, awalnya ia tidak mengakui itu adalah kapalnya.
Untuk memastikannya, pelapor bersama enam wartawan lainnya kemudian ke kantor KSOP Tanjungbalai Karimun konfirmasi.
“Kami tengah wawancara dengan pak Chairul, Kasigamat KSOP, tiba-tiba dia datang sambil marah-marah, lalu keluar lah bahasa akan menghabisi kami karna dia ngakunya juga seorang preman, anak tempatan, ngaku banyak massa. Saya jadi heran, sebagai seorang anggota dewan, kenapa dia tak bicara baik-baik, langsung meledak-ledak. Saya melapor ini karna merasa saya terancam, tak leluasa bekerja, kadang ada rasa was-was kalau lagi di jalan,” kata Zainal.
Sementara itu, Za saat dihubungi membantah ada mengeluarkan bahasa terkesan sebuah ancaman kepada Zainal Cs.
Ia hanya mengaku sempat membawa keluar karena merasa tidak enak berurusan di kantor yang bukan miliknya.
Za pun mempersilakan Zainal Cs melaporkan dirinya ke polisi kalau merasa tidak terima dengan nasehat yang ia berikan.
“Biar saja mereka lapor, saya tunggu saja panggilan polisi. Aktivitas bongkar-muat itu sudah ada izin dari KSOP dan sifatnya emergency. Saya tak terima saat ada yang bilang saya muat gula, padahal itu sagu dari Rangsang (Kabupaten Kepulauan Meranti, red),” terang Za.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-kekerasan-terhadap-wartawan_20150826_184009.jpg)