Sabtu, 11 April 2026

Kebakaran Tos 3000

Uang Rp 40 Juta Jadi Arang Saat Empat Toko Grosir Ini Terbakar

mengaku uang tunai senilai Rp 40 juta yang dia letakkan di lemari belum bisa ia selamatkan.

tribunnews batam/argianto
Sejumlah pedagang mengamankan barang mereka seraya melihat kebakaran hebat yang menghanguskan sejumlah ruko di Komplek Pasar Toss 3000, Jodoh, Batam, Jumat (28/8/2015) malam. 
Laporan Tribun Batam, Purwoko, Elhadif dan Wahib Wafa
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Tiga toko grosir sembako di kompleks Pasar Tos 3000 Nagoya, Batam terbakar pada Jumat (28/8/2015) malam pukul 22.30 WIB. Setelah sekitar lima jam berselang, api baru benar-benar padam.
Empat ruko milik tiga orang pengusaha hangus beserta isinya, akibat kobaran api yang merajalela mulai dari lantai paling atas. Petugas pemadam kebakaran kesulitan segera memdamkan api karena tak mampu masuk ke dalam ruko. 
Sementara itu, barang-barang di dalam ruko lantai III umumnya barang sembako yang mudah terbakar sehingga dalam waktu singkat, api menjalar ke bagian lain.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian pemilik grosir mencapai miliaran rupiah. 
Mengenai penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik di lantai III ruko nomor 6 milik Ayong. Api yang menyebur langsung merembet ke ruko sebelah-sebelahnya. 
Diperoleh keterangan dari para saksi mata, saat itu ruko sudah dalam kondisi tutup. Namun demikian, sebagaimana biasanya, di lantai III yang difungsikan sebagai gudang stok barang itu, setiap hari terdapat lampu penerangan yang dinyalakan.
Hingga Sabtu (29/8/2015) siang, para pemilik maupun pekerja belum membereskan barang-barang yang ada di dalam ruko. Ayong, Akhua dan Jono, tiga pemilik ruko yang terbakar masih tampak syok menyesali musibah tersebut. 
Mereka datang kembali ke lokasi kebakaran seraya mengecek dari luar kondisi tempat usahanya yang telah menghitam itu.
Ayong yang ditemui Tribun, mengaku kaget ketika dibel oleh petugas pengamanan pasar Tos 3000, sekitar pukul 23.30 WIB. Saat itu ia yang sudah pulang ke rumahnya di Pelita, langsung bergegas datang ke tempat usahanya. 
Namun ia tak bisa berbuat banyak karena api telah membubung tinggi. Selain berbahaya, ruangan ruko di lanti satu pun gelap.
"Tidak berani masuk. Tak banyak yang bisa diselamatkan. Ini musibah, bagaimana lagi," kata Ayong yang tampak lelah seraya berbincang dengan sejumlah pekerjanya.
Ayong tampak kusut. Sesekali ia mengusap wajahnya dengan tisu guna menghilangkan jelaga yang menempel di badan dan wajahnya. Ia pun menggeleng-geleng karena tanpa sadar, tubuhnya penuh jelaga bekas kebakaran rukonya.
Ayong mengaku sebagai pedagang paling lama di Pasar Tos 3000. Ia membeli ruko tersebut sejak Pasar Tos 3000 dibangun. 
"Memang dulu di pasar, lalu pindah. Sekali ini alami kebakaran. Yah kalau berkali-kali terbakar, pusing juga," katanya sambil terkekeh kesal.
Ia engan menyebutkan total kerugian yang diderita, dengan alasan masih menunggu petugas asuransi dari Medan tiba. "Mungkin tiga hari ini asuransi datang. Kerugian belum tahu," kata Ayong lagi.
Bagi pengusaha sembako itu, kerugian bukan saja barang-barang yang diperjual belikan, namun juga ada alat elektronik, hingga surat-surat berharga, seperti sertifikat, STNK maupun BPKB kendaraan.
Bagi Akhua, yang rukonya disebelah milik Ayong, mengaku masih bersyukur api hanya mengamuk di lantai dua dan tiga dimana mereka tempati sebagai kamar, ruang tamu dan aktifitas keluarganya saat siang hari. 
Namun ia mengaku juga mengaku uang tunai senilai Rp 40 juta yang dia letakkan di lemari belum bisa ia selamatkan.
"Belum sempat selamatkan. Waktu itu ketika saya dengar ada teriakan kebakaran dari toko dia (Ayong) saya amankan gas dulu, karena takut meledak, saya amankan dulu. Begitu saya mau ambil duit di lantai tiga,  eh listrik sudah dimatikan," katanya lagi.
Namun Akhua bersyukur tak ada karyawan maupun keluarganya yang menjadi korban. 
"Mungkin ini cobaan yang harus saya lalu setelah kebakaran tadi malam. Saya sudah mengalami kerugian material yang lumayan. Semua barang elektronik seperti tiga TV LED besar, mesin cuci, perabotan, pakaian semua hangus. Begitu juga uang tunai 40 juta," kata Akhua.
Sementara satu korban dengan kerugian ringan dialami oleh Jono. Sejumlah baran dagangannya juga ludes. Hingga kemarin Jono belum bisa kembali buka usahanya.
Kebakaran di ruko Tos 3000 ini juga membawa akibat bagi para pedagang pasar yang biasa buka lapak di sekitarnya. Pada Jumat malam mereka praktis tak berdagang. 
Sementara itu pada Sabtu malam, sebagian juga belum bisa buka karena masalah lampu dan lokasi yang belum memungkinkan. (wfa/pwk/ayf)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved