BPS: Batam Alami Inflasi, Tanjungpinang Deflasi

Indek Harga Konsumen (IHK) di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam, diketahui mengalami kesenjangan pada bulan Agustus.

Tribun Batam/ Ikhwan
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Dumangar Hutauruk 

Laporan Tribun Batam, Ikhwan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Indek Harga Konsumen (IHK) di Kota Tanjungpinang dan Kota Batam, diketahui mengalami kesenjangan pada bulan Agustus.

Terjadi perbedaan harga konsumen yang mencolok dibeberapa kelompok pengeluaran. Di Batam sejumlah kebutuhan justru mengalami kenaikan harga, sedangkan Tanjungpinang sebaliknya.

Akibatnya kesenjangan harga itu, Kota Batam mengalami inflasi sebesar 0,70 persen pada Agustus jika dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya di Tanjungpinang mengalami deflasi sebesar 0,34 persen.

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri Dumangar Hutauruk dalam konferensi pers di Kantor BPS Kepri, Selasa (1/9/2015), deflasi di Tanjungpinang disebabkan turunnya tiga kelompok pengeluaran.

Ketiganya yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,70 persen, sandang 0,13 persen dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,62 persen.

Deflasi pada bulan Agustus dikarenakan turunnya harga 37 komoditi atau jasa. Diantaranya tiket angkutan udara, daging ayam, besi beton, emas perhiasan, daging sapi, besas dan lainnya.

"Meski turun, namun sebagian komoditi lainnya juga ada yang mengalami kenaikan seperti susu formula balita, tarif listrik, rokok, telur ayam dan lain-lain. Namun kenaikan ini tidak signifikan," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved