Perkebunan Sawit Picu Penyusutan Air di Waduk Sei Pulai?
Salah satunya yang menjadi sebab menyusutnya debit air yakni banyaknya perkebunan sawit disamping waduk tersebut.
Laporan Tribun Batam, Eko Setiawan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Kekeringan kembali melanda Pulau Bintan. Beberapa waduk yang ada dipulau Bintan semakin hari semakin menyusut.
Salah satunya waduk Sei Pulai yang terletak diperbatasan antara Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.
Abdul kholik, Direktur Utama PDAM Tirta Madu Kepri mengatakan, keadaan ini dikarenakan jarangnya hujan diwilayah pulau Bintan. Kondisi ini diperparah lagi dengan keadaan lingkungan yang sudah tidak terawat.
Tidak adanya tempat resapan air membuat debit air semakin hari semakin berkurang, sementara semakin hari jumlah pemakaian air terus meningkat.
"Memang faktor utamanya adalah cuaca, ini diperparah dengan keadaan lingkungan kita yang tidak terawat," sebut Abdul Kholik.
Salah satunya yang menjadi sebab menyusutnya debit air yakni banyaknya perkebunan sawit disamping waduk tersebut. Apalagi, untuk kelapa sawit sendiri sangat membutuhkan banyak air. Maka dari itu, semakin hari jumlah debit air semakin berkurang.
Dulu, wilayah Kawasan hijau disekitar Sei Pulai seluas 400 hektar. Dan saat ini, wilayaj tersebut menyempit menjadi 200 hektar saja.
Kebanyakan, wilayah tersebut menjadi wilayah pemukiman warga dan perkebunan kelapa sawit.
"Jadi, walaupun kita banyak membuat waduk tetapi tidak bisa merawat lingkungan, akan tetap menjadi produk gagal seperti wilayah Sei Pulai ini," sebutnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kondisi-waduk-sei-pulai-tanjungpinang-yang-kian-surut-2_20150830_112013.jpg)