Demo Warga Kampung Jabi Nongsa

Warga: Kampung Jabi Punya Sejarah Nyata, Bukan Rumah Liar

Warga kampung Jabi Minta Nur Syafriadi Minta Maaf terkait Rumah Liar

Tribun Batam/ Anne Maria
Aksi unjuk rasa warga Kampung Jabi Nongsa di BP Batam 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Tak terima adanya pernyataan Deputi IV BP Batam, Nursyafriadi, ratusan warga Kampung Jabi Batu Besar, Batam mendatangi kantor BP Batam, Kamis (3//2015) pagi.

Mereka yang dalam situasi hati panas, meminta agar Nursyafriadi meminta maaf atas pernyataannya di sebuah media cetak yang menyebutkan kampung Jabi sebagai rumah liar (ruli).

Amiluddin, ketua RW sekaligus koordinator warga mengatakan bahwa Kampung Jabi sudah ada , bahkan sebelum BP Batam berdiri, dan bukan ruli.

"Kampung jabi punya sejarah nyata kalau itu bukan rumah liar," teriaknya.

Warga yang meminta permintaan maaf pun mendesak agar BP Batam segera menghentikan pengusiran dan pembongkaran paksa.

Sekaligus segera merealisasikan sambungan air bersih tanpa diskriminatif. Apalagi, sudah sejak dua tahun warga merindukan air bersih mengalir di setiap rumah di sana.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved