Krisis Air Hantui Batam
Parit Buangan Air Sei Harapan Ini Jadi Tempat Mandi Warga
Tiana (40), ibu tiga anak ini terpaksa berjalan jauh-jauh untuk mencari sumber air.
Laporan Tribunnews Batam, Wahib Wafa
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Tiana (40), ibu tiga anak ini terpaksa berjalan jauh-jauh untuk mencari sumber air.
Di rumahnya, telah tiga hari air dari ATB tidak mengalir. Hingga akhirnya, setiap kali ia akan mandi dan mencuci pakaian, ia bersama tiga anaknya mendatangi parit pembuangan air di Dam Sungai Harapan, Sekupang, Batam.
"Terpaksa karena air mati. Walaupun baru tiga hari, tapi rasanya susah sekali. Tapi ya sudahlah dijalani. Semoga tidak berlangsung lama masalah air seperti ini," ungkap Tiana sembari memandikan anaknya secara bergantian di Parit Dam Sungai Harapan, Selasa (8/9/2015) sore.

Dia mengaku butuh sekitar 15 menit berjalan kaki dari rumah hingga lokasi tersebut.
Sebelum memandikan anaknya, terlebih dahulu istri dari seorang tukang tambal ban ini mencuci pakaian milik suami dan anak-anaknya.
"Seperti inilah nasib kita. Tapi banyak kok yang mengalami nasib seperti saya. Kalau pagi banyak orang mandi di sini," terang Tiana.

Air tersebut merupakan resapan buangan dari air baku.
Di parit tersebut juga banyak sampah plastik yang menumpuk karena tak jauh dari lokasi merupakan jalan.

Walapun air terlihat jernih, namun tetap mengkhawatirkanf bagi kesehatan.
"Kita kawatir kalau anak-anak saya kena gatal tapi dah tiga hari mandi disini, kita tak ngrasain gatal-gatal," ungkapnya.
Pantauan Tribun Batam, Dam Sungai Harapan terlihat dangkal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/seorang-ibu-bersama-tiga-anaknya-tengah-mandi-di-parit-di-area-dam-sungai-harapan-sekupang2_20150908_183402.jpg)