Menkeu Bertimbangkan Kuota Beras Impor untuk Kepri
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan akan mempertimbangkan pemberian kuota beras impor khusus, untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Laporan Tribunnews Batam, Rachta Yahya
TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN – Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan akan mempertimbangkan pemberian kuota beras impor khusus, untuk Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Bambang menyadari Kepri bukan daerah penghasil beras, akan tetapi sebaliknya mengandalkan daerah lain di Indonesia. Seperti Sumatera dan Jawa untuk pemenuhan berasnya.
Faktanya harga beras lokal lebih mahal ketika sampai di Kepri, khususnya Batam dan sekitarnya.
Para pedagang menyebut salah satu faktor tingginya harga beras lokal dibandingkan beras impor, dikarenakan faktor jarak tempuh dari Sumatera atau Jawa yang membutuhkan biaya tambahan.
Meski begitu Bambang menyebut semuanya tidak terhenti pada dirinya, melainkan ada peran serta dari kementerian atau lembaga negara yang lainnya seperti Kementerian Perindistrian Perdagangan (Menperindag) dan Kementerian Pertanian. Bambang janji akan membicarakannya ke tahap yang lebih tinggi.
“Iya, saya mengerti, Kepri bukan daerah penghasil, berasnya dari Jawa atau Sumatera sampai sini harga sudah tinggi. Nanti kita akan bicarakan di pusat, semuanya tidak bisa saya sendiri tapi harus sama-sama,” ujar Bambang saat kunjungan kerja ke Kanwil Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Khusus Kepri, Jumat (18/9/2015) lalu. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/menteri-keuangan-dan-tersangka-penyelundupan-minyak-mentah_20150918_232922.jpg)