Kamis, 16 April 2026

Mayat Perempuan di Bukit Harimau Batam

Sebelum Tewas, Ros Duha Bawa Uang Rp 50 Jutaan dan Dijemput 2 Supirnya

Saat itu Ros Duha membawa uang tunai uang 5.000 dolar Singapura atau setara Rp 50 juta dan uang tunai Rp 2,8 juta.

TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Suami Ros Duha memakaian pakaian ke mendiang istrinya sebelum dibawa ke rumah duka, Minggu (11/10/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Sebelum ditemukan tewas di pinggir Jalan Bukit Harimau, Sekupang, Batam, Sabtu (10/10/2015), Ros Duha dijemput dua orang supirnya Hendra dan Silikut pada Selasa (6/10/2015) malam sekitar pukul 23.00 WIB di Perumahan Putra Jaya blok C No.29-30, Kelurahan Tanjunguncang Kecamatan Batuaji.

Rumah tersebut merupakan tempat usaha catering Ros Duha dengan nama Catering Labu-Labi.

Informasi yang dihimpun Tribun Batam dari seorang karyawan Catering Labu Labi berna Feri, malam itu, seperti biasanya, dua orang supir itu menjemput Ros Duha.

Kemudian dibawa ke Bar Mutiara di lokalisasi Teluk Pandan, Tanjunguncang, atau yang dikenal dengan Lokalisasi Sintai.

Saat itu Ros Duha membawa uang tunai uang 5.000 dolar Singapura atau setara Rp 50 juta dan uang tunai Rp 2,8 juta.

"Sopir mami (Ros Duha, red) itu ada hubungan saudara, waktu itu mami bawa tas berisikan uang" kata Feri.

Namun, sampai pukul 24.00 WIB, Ros Duha tak kunjung sampai di Bar Mutiara yang menjadi tempat tinggalnya.

Delita anak Ros Duha yang sudah lama menunggu di Bar Mutiara merasa cemas.

Karena tak kunjung datang, sekitar pukul 24.00 WIB, Delita mencoba menghubungi ponsel orangtuanya itu.

Namun tidak ada jawaban.

Tidak lama datang Hendra dan Silikut supir Ros Duha sekitar pukul 01.00 WIB, tetapi tidak dengan Ros Duha.

Delita pun mencoba menanyakan kepada Hendra dan Silikut orangtuanya ada dimana.

"Mana mama, kenapa tidak ikut. Lalu Hendra dan Silikut menjawab mamamu sedang tidur di rumah dan besok pagi di jemput," kata Delita menirukan ucapan supir orangtuanya itu.

Merasa curiga dan cemas Delita kembali menghubungi ponsel orangtuanya itu, namun sudah tidak aktif.

Khawatir dengan kondisi orangtuanya, Delita pun pergi ke tempat usaha catering milik Ros Duha di Perumahan Putra Jaya, pada hari Rabu (7/10) sekitar pukul 06.00 WIB.

Dia pun mengecek satu persatu ruangan, namun orangtuanya malah tidak ada.

Karena merasa cemas tidak mengetahui keberadaan orangtuanya, Delita akhirnya melaporkan kejadian tersebut Ke Polsek Batuaji.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved