TOPIK
Mayat Perempuan di Bukit Harimau Batam
-
Terbukti membunuh Ros Duha, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhi hukum 19 tahun kurungan penjara kepada dua terdakwa.
-
"Saya suruh ambil tali jemuran di dalam kamar saya, lalu tali tersebut disimpan Malikul di saku celana sebelah kiri," kata Hendra
-
"Saya takut ditinggal Hendra. Jadi saya mau saja disuruh menjerat leher Ros Duha hingga tewas," kata Malikul.
-
"Saya mau minta maaf sama keluarga korban,"kata Hedra.
-
Rekonstruksi dilakukan di Bukit Harimau, Sekupang, dimana jenazah Ros Duha (48) ditemukan pada Sabtu (10/10/2015) sekitar pukul 18.00 WIB.
-
otak pembunuhan Ros Duha, Hendra (21) dihajar oleh sejumlah saudara dan kerabat korban saat akan bertemu dengan keluarga korban dan meminta maaf,
-
Malikul yang duduk di bangku penumpang (belakang) langsung menjerat leher Ros Duha yang duduk di bangku samping sopir. Ros Duha sempat meronta-ronta.
-
Hendra, supir Ros Duha yang tega menghabisi nyawa majikannya sendiri hanya tertunduk saat dihadirkan dalam ekspos perkara pembunuhan tersebut.
-
Sebelum berangkat, mereka mengambil tali jemuran di belakang cafe yang juga tempat tinggal korban yang akan dijadikan alat untuk membunuh.
-
Pembunuhan yang dilakukan Hendra dan Malikul terhadap Ros Duha yang tak lain adalah majikan keduanya, ternyata sudah direncanakan otak pelaku, Hedra.
-
Seorang pelaku pembunuhan Ros Duha bernama Malikul mengaku kepada polisi jika dia ikut membunuh majikannya karena takut ditinggal Hendra, pelaku lain.
-
Motif pembunuhan Ros Duha (48), seorang pengusaha katering dan pemilik cafe di kawasan Teluk Pandan, Tanjung Uncang, Batuaji, akhirnya terungkap.
-
ua pelaku pembunuhan Ros Duha, pengusaha katering dan pemilik cafe di kawasan Teluk Pandan
-
Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (Himni) Kota Batam mengucapkan apresiasi yang setinggi-tinginya kepada polisi dan media massa.
-
Banyak yang berduka atas tewasnya Ros Duha (48) di pinggir jalan Bukit Harimau, Sekupang, Batam, Sabtu (10/10/2015) lalu.
-
Satu di Sumut dan satu di Aceh. Tertangkapnya yang satu malam yang satu sore,"
-
Saya terima laporan dari anggota jika dua orang yang diduga pelaku sudah ditangkap di Medan,"
-
Lebih pastinya tentu nanti setelah terduga pelaku sudah kita bekuk
-
Polisi mengaku sudah mengantongi identitas pelaku pembunuhan pengusaha katering serta pemilik cafe di kawasan Teluk Pandan, Ros Duha.
-
Di dalam mobil milik Ros Duha ditemukan sejumlah rambut yang berserakan.
-
Setiap dua kali seminggu Ros Duha pergi ke Singapura untuk menemui suaminya.
-
Saat itu Ros Duha membawa uang tunai uang 5.000 dolar Singapura atau setara Rp 50 juta dan uang tunai Rp 2,8 juta.
-
"Menurut keluarga, tak biasanya korban dijemput malam-malam,"
-
Kondisi mayat yang sudah membusuk pun, membuat luka maupun tanda kekerasan yang menyebabkan meregang nyawa
-
Dan kami desak pihak polisi mengusut siapa pelaku pembunuhan saudara kami Ros Duha
-
Anaknya dan suami berusaha mencari, sampai datang ke rumah buat carikan orang pintar supaya melacak keberadaan korban
-
"Akan kita bawa ke rumah duka Batu Batam Baloi. Disana juga sudah disiapkan kebutuhan prosesinya,
-
Ros Duha (48), mayat perempuan yang ditemukan menghitam di pinggir jalan kawasan Bukit Harimua, diketahui telah menghilang sejak Selasa (6/10/2015).
-
Dari pantauan Tribun Batam, warga yang ramai datang diantaranya para penghuni lokalisasi Sintai, Batuaji.
-
Mayat perempuan yang ditemukan di pinggir jalan Bukit Harimau, Sekupang, Batam, Sabtu (10/10/2015), telah diketahui identitasnya.