Kabut Asap Bikin Jarak Pandang Nelayan Terbatas
Tebalnya asap membuat jarak pandang nelayan terbatas. Keterbatasan ini memaksa para nelayan membatasi jarak ke laut.
Laporan Tribunnews Batam, Eko Setiawan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Kabut asap kiriman dari Sumatera dan Kalimantan masih membawa penderitaan bagi warga Bintan.
Terutama bagi para nelayan yang keseharianya disibukkan dengan mencari ikan ditengah laut.
Tebalnya asap membuat jarak pandang nelayan terbatas. Keterbatasan ini memaksa para nelayan membatasi jarak ke laut.
Makruf, nelayan Kawal Kecamatan Gunung Kijang mengaku sejak adanya kabut kiriman, Dirinya tidak mau jauh-jauh mencari ikan.
Jikapun mereka pergi, mereka hanya berlayar diperairan terdekat saja.
"Nelayan di sini hanya berani mencari ikan di perairan terdekat saja. Karena jarak pandang terbatas jika ke laut lepas. Bisa saja kita nekat ke laut lepas, tapi entar nabrak kapal lain pula dan juga takut kena rampok," ujar Makruf, Rabu (21/10) siang.
Menurut Makruf, minimnya jangkauan tangkapan membuat hasil tangkapan berkurang. Itupun saat di laut mereka harus berjibaku melawan kabut tebal.
"Biasanya kami melaut hingga ke lautan lepas tepatnya di perbatasan antara Bintan dan Malaysia. Karena di sekitar laut lepas itu hasil tangkapan nelayan cukup menggiurkan. Selain hasil ikan yang didapat sekala besar, jenisnya beragam dan bobotnya juga besar," ujarnya.
Selain kabut asap, para nelayan juga harus menghadapi cuaca alam yang tergolong ekstrim. Kondisi ini biasanya terjadi di area perairan perbatasan.
"Dari pada kita tidak melaut dan tidak dapatkan uang. Kita melaut disekitaran perairan depan Kecamatan Gunung Kijang saja, walaupun dapat sedikit yang penting bisa bawa uang untuk hidupi keluarga," katanya.
Pengusaha ikan asal Kawal, Akok mengaku sejak datangnya asap kiriman, omset yang didapat turun drastis. Kini dirinya hanya mendapatkan ikan tertentu, seperti tongkol, kaci dan selar.
"Biasanya ikan merah berbobot besar ada. Tapi saat ini, hanya ikan tongkol yang tersimpan di gudang. Karena ikan berbobot besar hanya ada di perairan luar sedangkan saat ini kabut asap semakin tebal jadi kita suruh nelayan menangkap ikan di perairan sekitar wilayah ini saja. Ini dilakukan sebagai antisipasi kecelakaan dilaut dan juga tindak kriminalitas karena jarak pandang terbatas dan hal yang tidak dinginkan mudah terjadi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/desa-nelayan-di-lingga-yang-diselimuti-kabut-asap_20150907_161926.jpg)