Senin, 4 Mei 2026

"Baru Terima Telepon Orang Koperasi, Suami Saya Tergantung tak Bernyawa"

Diduga gara-gara terlilit utang, Ahang (33), memilih mengakhiri hidup dengan menggantungkan diri pada seutas tali nilon.

Tayang:
tribunnews batam/thomm
Ahang, pedagang ikan di Pasar Baru, Tanjungpinang, ditemukan tergantung di rumah kosong jalan Pelantar 3 Nomor 51, RT 03 RW XIII Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Rabu (21/10/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG- Diduga gara-gara terlilit utang, Ahang (33), memilih mengakhiri hidup dengan menggantungkan diri pada seutas tali nilon.

Pedagang ikan di Pasar Baru, Tanjungpinang, itu ditemukan tergantung di rumah kosong jalan Pelantar 3 Nomor 51, RT 03 RW XIII Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Kota Tanjungpinang, Rabu (21/10/2015).

Penyebab kematian Ahang belum diketahui secara pasti.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih mendalami informasi seputar kematian Ahang.

"Dia bekerja sebagai penjual Ikan di Pasar Baru. Penyebab kematiannya belum diketahui secara pasti,” ungkap seorang anggota penyidik Polres Tanjungpinang.

Menurut istri Ahang, Prensi (30), penyebab suaminya nekat mengakhiri hidupnya dikarenakan utang.

Kepada Tribun Batam, Prensi mengaku, jika keluarga suaminya kerap dililit utang.

“Ada orang menelpon suami saya, siang tadi. Mungkin orang koperasi. Setelah menerima telepon, selang beberapa lama suami saya pergi ke depa,"cerita Prensi.

Setelah itu, lanjutnya, tidak berapa lama dia melihat suaminya sudah tergantung dan tidak bernyawa lagi.

"Sekali saya lihat, suami saya sudah tergantung dan tidak bernyawa lagi,”cerita Prensi yang kini hidup dengan 2 orang anak. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved